Mutilasi di Mimika

Mahasiswa Minta Negara Selesaikan Kasus Mutilasi di Timika Papua

Kasus pembunuhan berujung mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Badan Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika bidang Politik, Hukum dan Ham Kota Studi Jayapura menggelar mimbar bebas mengenai kasus pembunuhan serta mutilasi 4 warga Nduga. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kasus pembunuhan berujung mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua terus mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Kali ini, mahasiswa Universitas Cenderawasih, bereaksi keras mengenai kasus yang merenggut 4 nyawa warga sipil itu.

Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Demokrasi, HAM dan Lingkungan (UKM Dehaling) Universitas Cenderawasih, Jhon Fredi Tebai mengatakan, pemerintah Indonesia segera menyelesaikan kasus pembunuhan serta mutilasi itu.

Baca juga: Dewan Adat Suku-suku Papua Minta Kejelasan Perkembangan Kasus Mutilasi 4 Warga Nduga

"Kasus ini sangat gemparkan kami orang asli Papua. Kami minta, pemerintah segera selesaikan kasus pembunuhan ini," kata Jhon Fredi kepada Tribun-Papua.com, Selasa (13/9/2022) di Perumnas III Waena.

Jhon Fredi menyampaikan, sebagai anak Papua harus bersuara untuk keadilan di Bumi Cenderawasih.

 

 

"Hari ini kita jangan diam," ujarnya.

Menurutnya, perlu pengawalan ketat untuk proses terhadap pelaku pembunuhan 4 warga Nduga di Mimika ini.

"Kenapa saya katakan harus dikawal. Agar kita bisa tahu bersama pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatanya," tegasnya.

Ia menambahkan, kejadian sadis ini sangat melukai orang papua. Serta membuat duka yang mendalam.

"Stop kriminalisasi masyarakat sipil di Papua," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved