Info Merauke

Bapenda Merauke Segel 120 Kios di Pasar Wamanggu, Ini Penyebabnya

Jika lewat September 2022 pedagang kios yang disegel belum terketuk hati, sambung Majinut, maka dinilai tidak mau menggunakan kios dilantai 2 pasar Wa

Tribun-Papua.com/ Ida
Kepala Bapenda Kabupaten Merauke, Hj Majinur 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Sebanyak 120 kios di pasar Wamanggu Merauke, Papua baru-baru ini disegel oleh petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Merauke.

Kepala Bapenda Kabupaten Merauke, Hj Majinur kepada Tribun-Papua.com menuturkan, penyegelan atau pengambilan kembali kios-kios di pasar Wamanggu itu karena kosong dan tidak membayar retribusi sejak 2015.

"Tentu ada langkah berikutnya. Kami tetap mengimbau sesuai Perbup tentang pengelolaan pasar. Kami masih memberikan waktu sampai akhir September 2022," jelasnya di kantor Bupati Merauke, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: KONI Merauke Siapkan Atlet Bertarung di PON XXI 2024

Jika lewat September 2022 pedagang kios yang disegel belum terketuk hati, sambung Majinut, maka dinilai tidak mau menggunakan kios dilantai 2 pasar Wamanggu tersebut.

"Ini akan kita buka kembali untuk memberikan ruang kepada pedagang lainnya bisa menempati. Tentunya dengan undian," ungkap kepala Bapenda Merauke.

Dia mengatakan, 120 kios segelan itu difokuskan untuk pedagang-pedagang yang memang mrnjual pakaian dan lain-lain.

"Penjual pakaian, kelontongan pecah belah, radio atau elektronik yang memang sekarang tersebar tidak karuan dilantai bawah juga dinaikkan," lugas Majinur.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Besok, Rabu 14 September 2022: Merauke Cerah Berawan Seharian

Menurutnya, terpenting dari itu semua, kini Bapenda Merauke sedang membuat kajian tentang pengelolaan pasar secara menyeluruh.

Tak sendirian, Bapenda didampingi oleh Universitas Musamus sedang membuat kajian tentang pengelolaan pasar secara keseluruhan.

Selain itu, Bapenda juga akan dibantu oleh beberapa perbankan dalam pengelolaan pasar.

Baca juga: Pasar Wosi Manokwari Terbakar Lagi, 68 Kios Keliling dan 600 Petak Lapak Hangus

Guna mencetuskan hal-hal yang baik dalam membantu masyarakat pedagang di Wamanggu sehingga aktivitas jual beli bisa berjalan lancar.

"Karena memang jantungnya Provinsi Papua Selatan dan jantungnya Kabupaten Merauke di pasar Wamanggu ini," ujar Majinur.

"Kita tahu bersama bahwa ketika denyutnya bergerak berarti semua yang terjadi apakah itu transaksi keuangan pun akan bergerak," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved