Mutilasi di Mimika

Ini 6 Tuntutan Dewan Adat Suku-suku Papua Terkait Penanganan Kasus Mutilasi di Timika

Menolak semua stigma mengatakan keempat warga Nduga tersebut datang untuk melakukan menjual, beli senjata dan anggota KKB.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Kasus mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Timika pada (22/8/2022) lalu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak termasuk dewan adat suku-suku Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Kasus mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Timika pada (22/8/2022) lalu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak termasuk dewan adat suku-suku Papua.

Berikut 6 pernyataan sikap dari pihak keluarga dan dewan adat suku Nduga serta seluruh masyarakat Nduga menyatakan:

Baca juga: Akhirnya Polisi Umumkan Hasil Tes DNA Empat Korban Mutilasi di Timika

1. Keluarga tidak menerima keempat korban dibunuh secara tidak manusiawi

2. Keempat korban murni warga sipil dan Bupati Nduga juga sudah menyatakan keempat sebagai warga dan salah satu korban bernama Irian Nirigi merupakan kepala kampung dan majelis di Gereja Kigmi Indonesia di Nduga

3. Menolak semua stigma mengatakan keempat warga Nduga tersebut datang untuk melakukan menjual, beli senjata dan anggota KKB.

 

 

4. Memproses para pelaku seadil-adilnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, dan militer segera dilakukan proses kode etik, sehingga bisa disipilkan dan mengikuti peradilan bisa disipilkan dan semua proses bisa diikuti.

5. Membentuk tim investigasi seghingga diketahui bermula dari mana dan motifnya apa, siapa yang menyuruh, siapa yang mengeksekusi, dan siapa yang menjadi eksekutornya.

Baca juga: Mahasiswa Minta Negara Selesaikan Kasus Mutilasi di Timika Papua

6. Proses persidangan harus dilakukan di Timika dan proses ini bisa diikuti disini dan tidak boleh keluar dari Timika.

Diskusi publik ini dilakukan di Gereja Kingmi Bathera, Jalan C Heatubun, Timika pada, Senin (12/9/2022) sekira pukul 14:00 WIT.

Sebelumnya, diskusi dewan adat suku-suku Papua ini berkaitan dengan kejelasan proses terhadap korban mutilasi empat warga Nduga pada (22/8/2022) lalu oleh warga sipil dan oknum anggota TNI.

"Kita melihat empat korban dibunuh tidak dengan wajar dan jenazah belum dimakamkan secara manusiawi," kata Fasilitator Sekretariat Dewan Asat Suku-suku Papua, Pendeta Deserius Adi kepada Tribun-Papua.com di Timika. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved