Pemkab Jayapura

TEGAS soal BBM Naik Harga di Jayapura, Mathius Awoitauw: Jangan Buat Gerakan Tambahan!

Para distributor maupun pengecer harus mematuhi ketentuan dari pemerintah, jangan buat gerakan tambahan!

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw diwawancarai di Sentani, Rabu (14/9/2022). Mathius tegas soal kenaikan harga BBM di Jayapura, di mana ia meminta masyarakat tidak membuat gerakan tambahan terkait hal itu. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kenaikan harga BBM menjadi perhatian serius Pemkab Jayapura.

Ditekankan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, para distributor maupun pengecer harus mematuhi ketentuan dari pemerintah.

“Saya harap, tidak ada yang buat gerakan tambahan untuk nmelakukan praktek-praktek penimbunan dan lain sebagainya, agar semuanya berjalan baik,” tegas Mathius Awoitauw kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Papua, Rabu (14/9/2022) kemarin.

Selain itu, Bupati Mathius Awoitauw meminta agar pengguna kendaraan di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua harus menggunakan BBM sesuai peruntukannya.

"Apapun kebijakan yang diatur oleh pemerintah saat ini ada maksud baik oleh negara, karena itu, saya harap sesulit apapun itu, sebagai warga negara yang baik, kita harus mematuhi semua yang telah ditetapkan oleh pemerintah, karena dibalik semua ini untuk kesejahteraan masyarakat, sebab kalau bukan tujuan itu, tidak mungkin pemerintah melakukan ini," ujarnya.

Kemudian Bupati Mathius Awoitauw juga mengatakan, soal kenaikan harga tarif transportasi pasti bakal ditentukan oleh Pemerintah sebab semua itu akan dilakukan sesuai kondisi daerah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, juga telah mengatakan bahwa hanya Pemprov Papua yang memiliki kewenangan dalam penyesuaian tarif angkot di Papua.

"Jadi untuk tarif kita tunggu kewenangan dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua," kata Alfons kepada awak media di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Selain itu, terkait stok BBM menurut Alfons, Pemkab Jayapura telah melakukan pertemuan pada 6/9/2022 kemarin dengan pihak Pertamina maupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jayapura. 

Baca juga: Dokumen Aset Pemda Harus Dijaga, Ini Perintah Bupati Mathius Awoitauw ke Seluruh OPD

Dalam pertemuan itu, Alfons mengatakan, mereka membahas tentang pelayanan dan pencegahan praktek penimbunan BBM. 

"Dari hasil percakapan, maka kedepan bakal ada tim yang dibentuk dari berbagai pihak seperti Kejaksaan, Pertamina, Perhubungan, PU, Kepolisian, Perindustrian dan lain sebagainya, untuk melakukan investigasi, apabila ada terjadi praktek penimbunan maka tim tersebutlah yang melakukan pemanggilan serta tindakan hukum," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved