Pemprov Papua

Bapenda Papua Catat Realisasi PKB Agustus Meningkat 100 Persen

Setyo Wahyudi berharap, realisasi PKB di September hingga di Oktober 2022, meningkat sebagaimana di Agustus lalu.

Tribunnews
ILUSTRASI - Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Papua, Setyo Wahyudi mencatat realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada Agustus 2022, meningkat dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURABadan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua mencatat realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada Agustus 2022, meningkat dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya.

Realisasi tersebut mencapai Rp 35,9 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Papua, Setyo Wahyudi mengatakan, peningkatan realisasi PKB pada Agustus 2022 sedikit banyak dipengaruhi oleh program penghapusan denda pajak yang diberlakukan oleh pemerintah provinsi.

Baca juga: KABAR BAIK! Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Papua hingga 31 Oktober: Lihat Itu

"Sebelum ada program pembebasan denda pajak itu biasanya penerimaan PKB sekitar Rp 14 miliar sampai dengan Rp 17 miliar. Setelah ada program pembebasan pajak meningkat 100 persen," kata Setyo Wahyudi kepada awak media, Kamis (15/9/2022) di Kotaraja, Kota Jayapura.

Setyo menyampaikan, terima kasih kepada pemilik kendaraan yang telah melakukan pembayaran pajak kendaraannya.

 

 

"Ia, sementara untuk realiasi penerimaan PKB sejak awal September 2022 hingga saat ini, telah mencapai Rp 9 miliar," ujarnya.

Dia berharap, realisasi PKB di September hingga di Oktober 2022, meningkat sebagaimana di Agustus lalu.

Baca juga: Pemkot Jayapura dan Bank Papua Komitmen Terapkan Digitalisasi Transaksi Pajak dan Retribusi

"Program pembebasan denda PKB ini berlangsung sejak Agustus sampai Oktober nanti. Mudah-mudahan masyarakat terus memanfaatkan program relaksasi ini dan membayar pajak kendaraanya," ucapnya.

Namun, kata Setyo, secara umum realisasi penerimaan PKB Papua masih dibawah target yang dibebankan negara.

"Contohnya pada Agustus lalu, realisasi PKB masih sekitar 63 persen dari target 66,5 persen. Artinya penerimaan PKB ini memang masih dibawah target, walaupun ada lonjakan penerimaan di Agustus," harapnya.

Ia menambahkan, semoga pada September ini pun target PKB sebesar 75 persen, sehingga harapannya paling tidak dengan program relaksasi ini bisa capai target. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved