Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Massa Jaga Ketat Kediaman Lukas Enembe, KPK Tetapkan Gubernur Papua Tersangka Gratifikasi

Massa yang membawa Jubi atau panah, senjata tradisional Papua, lalu mendatangi kediaman Lukas Enembe di wilayah Koya Tengah, Distrik Muara Tami.

Tribun-Papua.com/Istimewa
AKSI MASSA - Massa di rumah Lukas Enembe di Jayapura, Papua. (Tangkapan layar video/Kompas.com/Dhias Suwandi) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sekelompok massa menjaga ketat kediaman pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe di Kota Jayapura.

Sebagian dari massa yang membawa Jubi atau panah, senjata tradisional Papua, lalu mendatangi kediaman Lukas Enembe di wilayah Koya Tengah, Distrik Muara Tami.

Aksi ini, menyusul orang nomor satu di Papua tersebut ditetapkan tersangka kasus suap atau gratifikasi oleh Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK).

"Kediaman Gubernur masih dijaga ketat oleh ribuan warga dan juga keluarga dekat dari Gubernur," ujar Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus di Jayapura, Rabu (14/9/2022) malam.

Baca juga: Gubernur Papua Tersangka Gratifikasi, Partai Demokrat Bereaksi Keras: Lukas Enembe Berprestasi

Menurut Rifai, massa datang ke lokasi tersebut atas kemauannya sendiri tanpa diminta.

Lukas Enembe disebut telah berusaha meminta massa untuk kembali ke rumahnya masing-masing, tetapi imbauan tersebut tidak diindahkan.

"Beliau (Gubernur) minta jangan terlalu banyak masyarakat di sana, dan meminta agar mereka kembali ke kediamannya masing masing."

"Masyarakat ini datang sendiri, tanpa disuruh setelah melihat informasi yang beredar di media sosial terkait kriminalisasi terhadap Gubernur," kata Rifai.

Diberitakan sebelumnya, KPK telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka.

Kendati demikian, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata belum dapat menjelaskan lebih jauh terkait perkara yang menjerat Enembe.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved