Mutilasi di Mimika

Tokoh Gereja Papua Desak Proses Hukum Kasus Mutilasi di Mimika Terbuka, Masyarakat Diimbau Tenang

Ada 9 tersangka dalam kasus pembunuhan empat warga Nduga di Timika. Enam di antaranya oknum TNI AD, dan tiga tersangka lainnya warga sipil. Tegas!

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah 1 Papua, Pendeta Petrus Bonya Done dan Ketua Persekutuan Gereja Gereja Jayapura (PGGJ) di Kabupaten Jayapura, Pendeta Joop Suebu turut mengecam aksi keji yang dilakukan oleh oknum aparat TNI AD di Kabupaten Mimika. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sejumlah tokoh gereja di Papua mendesak agar proses hukum terhadap enam oknum TNI AD tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi di Kabupaten Mimika, digelar secara terbuka.

Mereka juga meminta keenam tersangka dihukum sesuai ketentuan Undang-undang pidana.

Diketahui, ada 9 tersangka dalam kasus pembunuhan empat warga Nduga di Timika.

Enam di antaranya oknum TNI AD, dan tiga tersangka lainnya warga sipil.

Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah 1 Papua, Pendeta Petrus Bonya Done meminta peradilan hukum terhadap para pelaku digelar terbuka.

Baca juga: KNPB Minta 6 TNI Tersangka Mutilasi Warga di Timika Dihukum Mati, Ones: Mereka Seperti Teroris

"Aparat yang melakukan mutilasi itu harus ditindak tegas, hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya, dan terbuka, supaya masyarakat tahu dan menjadi pembelajaran kepada masymasyarakat dan aparat," ujar Petrus.

Pendeta Petrus juga mengakui jika para korban adalah jemaat GKII di Tanah Papua wilayah Timika.

"Setelah saya cek di lapangan mereka ini para korban adalah warga sipil biasa dan adalah jemaat kami, itu yang sangat kita sesalkan."

"Ini adalah tindakan keji dan oleh karena itu kita minta supaya proses hukum itu dilakukan secara terbuka sehingga menjadi pembelajaran juga bagi yang lain," pungkasnya.

Selain proses hukum yang adil dan terbuka, pihaknya juga meminta agar keluarga korban diperhatikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved