Wisata Papua

Wisata Papua: Mengenal Tradisi Snap Mor yang Terkenal di Biak

Berwisata ke Tanah Papua tak lengkap jika tak melihat budaya lokal. Satu di antaranya adalah tradisi Snap Mor di Biak.

Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Warta Kota/Henry Lopulalan
Masyarakat Desa Pendi-Adoki dengan antusias mengikuti acara tradisional Snap Mor atau mencari ikan ketika pantai surut yang menjadi bagian dari Festival Muanara Wampasi II di Biak, Papua, Rabu (21/8/2013) - Berwisata ke Tanah Papua tak lengkap jika tak melihat budaya lokal. Satu di antaranya adalah tradisi Snap Mor di Biak. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Berwisata ke Tanah Papua tak lengkap jika tak melihat budaya lokal.

Satu di antara budaya lokal di Papua adalah Snap Mor.

Snap Mor merupakan tradisi menangkap ikan di Biak Numfor, Papua.

Baca juga: Wisata Papua: Jernihnya Telaga Biru Samares di Biak Numfor

Masyarakat  Desa  Pendi-Adoki  dengan antusias mengikuti  acara tradisional  Snap Mor atau  mencari  ikan  ketika pantai surut yang menjadi  bagian  acara berlangsungnya  Festival  Hari ke dua Muanara  Wampasi  II   di Biak,  Papua,  Rabu (21/8/2013). Masyarakat  beragam  usia  dengan mengunakan  alat tradisoinal  menangkap  ikat  yang bersembunyi  di karang-karang pantai
Masyarakat Desa Pendi-Adoki dengan antusias mengikuti acara tradisional Snap Mor atau mencari ikan ketika pantai surut yang menjadi bagian acara berlangsungnya Festival Hari ke dua Muanara Wampasi II di Biak, Papua, Rabu (21/8/2013). Masyarakat beragam usia dengan mengunakan alat tradisoinal menangkap ikat yang bersembunyi di karang-karang pantai (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Dikutip dari situs Jadesta.kemenparekraf.go.id, snap mor berasal dari bahasa Biak, yaitu "snap" yang berarti koral atau batu kecil yang terhampar di muara sungai atau pantai dan "mor" yang berarti timbunan laut atau ikan sebagai butir-butir rejeki.

Tradisi snap mor dilakukan dengan cara menangkap ikan bersama-sama menggunakan jaring atau tombak.

Snap mor biasanya dilakukan pada musim meti (bulan mati) atau saat bulan tidak purnama yaitu bulan Maret sampai Agustus.

Saat itulah masa air surut lebih panjang.

Jika dilakukan di bulan lain maka bisa dilakukan saat malam hari ketika air surut.

Baca juga: Wisata Papua: Pesona Air Terjun Wafsarak yang Populer di Biak

Untuk melakukan snap mor, terlebih dahulu dilakukan ritual adat oleh pemimpin kampung.

Ritual dilakukan dengan membakar daun kelapa dan memasang lampu gas untuk penerangan jika snap mor digelar pada malam hari.

Warga lalu berkumpul membentuk lingkaran dan pemimpin kegiatan membacakan doa agar kegiatan berjalan lancar.

Setelah itu barulah kegiatan mencari ikan secara beramai-ramai dilakukan.

Tradisi snap mor juga ditampilkan dalam acara budaya Festival Biak Munara Wampasi yang menjadi agenda tahunan di sana.

Wisatwan bisa melihat beragam acara budaya di festival ini.

Baca juga: Wisata Papua: Melihat Jejak Peninggalan Tentara Jepang saat Perang Dunia II di Gua Binsari Biak

Nilai-nilai dalam Tradisi Snap Mor

Masyarakat  Desa  Pendi-Adoki  dengan antusias mengikuti  acara tradisional  Snap Mor atau  mencari  ikan  ketika pantai surut yang menjadi  bagian  acara berlangsungnya  Festival  Hari ke dua Muanara  Wampasi  II   di Biak,  Papua,  Rabu (21/8/2013). Masyarakat  beragam  usia  dengan mengunakan  alat tradisoinal  menangkap  ikat  yang bersembunyi  di karang-karang pantai.
Masyarakat Desa Pendi-Adoki dengan antusias mengikuti acara tradisional Snap Mor atau mencari ikan ketika pantai surut yang menjadi bagian acara berlangsungnya Festival Hari ke dua Muanara Wampasi II di Biak, Papua, Rabu (21/8/2013). Masyarakat beragam usia dengan mengunakan alat tradisoinal menangkap ikat yang bersembunyi di karang-karang pantai. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Dikutip dari situs Warisanbudaya.kemdikbud.go.id, snap mor memiliki nilai sosial yang tinggi.

Pasalnya, tradisi yang satu ini harus melihatkan banyak orang tanpa mengenal batasan untuk melakukan serangkaian persiapan.

Fungsi kerjasama yang dapat dilihat dalam tradisi ini.

(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved