Pemprov Papua

Dinsosdukcapil Papua Pastikan Pesan Berantai Pendaftaran Penerima BLT BBM Hoaks

Dalam pesan berantai lewat WhatsApp, oknum penebar hoaks tersebut menyatakan menerima pembukaan pendaftaran BLT BBM. Ini dinyatakan hoaks.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Papua, Ribka Haluk mengajak semua pihak bergandeng tangan menuntaskan permasalahan anak jalanan di bumi Cenderawasih. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua memastikan seruan pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) lewat pesan berantai di tengah masyarakat adalah hoaks atau kabar bohong.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Papua, Ribka Haluk, kepada wartawan di Jayapura, Jumat (16/8/2022).

Dalam pesan berantai lewat WhatsApp, oknum penebar hoaks tersebut menyatakan menerima pembukaan pendaftaran BLT BBM.

Baca juga: Resmi Dilaunching, Total 9.754 Warga Kota Jayapura Jadi Penerima Manfaat BLT Tahap 1 2022

“Informasi tersebut adalah bohong tidak ada pembukaan pendaftaran BLT BB," tegas Ribka.

“Sekali lagi kita sampaikan masyarakat agar tidak percaya pada oknum-oknum tersebut,” sambungnya.

Ribka menyatakan, masyarakat yang tercatat dan terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) BLT BBM adalah warga non ASN, TNI dan Polri.

Mereka yang terdaftar pun adalah warga kurang mampu yang terdaftar di Kementerian Sosial melalui Satgas Pusat.

Sementara bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai BLT BBM dari pemerintah pusat dapat datang langsung ke kantor pos atau dinas sosial setempat.

Pemerintah menyiapkan tenaga pendamping yang langsung melakukan verifikasi data penerima BLT BBM tersebut.

Baca juga: Dinas Sosial Papua Salurkan BLT BBM bagi 50 Ribu Warga di Papua, Ribka Haluk: Dilakukan Bertahap

“Sehingga dengan adanya pendamping tersebut maka diharapkan dalam verifikasi dapat tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Diketahui, besaran BLT BBM yang diterima KPM adalah Rp600 ribu.

Bantuan itu disalurkan dua tahap, melalui Kantor POS terdekat atau, juga lewat perbankan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah pusat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved