Pilpres 2024

Masa Presiden Jokowi Habis, PDI-P Kewalahan ‘Nyari’ Capres: Cucu Soekarno Bukan Solusi?

Pilpres 2024 bisa saja menjadi akhir dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) seiring habisnya masa jabatan Presiden Jokowi.

Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menghadiri Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) mulai hari ini hingga Kamis (23/6/2022) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

TRIBUN-PAPUA.COMPilpres 2024 bisa saja menjadi akhir dari kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) seiring habisnya masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi yang diusung PDI-P pada dua kali pemilu berhasil menduduki jabatannya selama dua periode.

Selama 10 tahun bukanlah hal yang mudah mengurus kurang lebih 275 juta warga Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Kini, masyarakat Indonesia sedang diperhadapkan pada Pemilu yang bakal dilaksanakan dua tahun lagi, yaitu pada 2024 mendatang.

Baca juga: Kejutan Ultah Puan di Hari Demo BBM Berujung Laporan Pelanggaran, Wakil Ketua MKD Beri Pembelaan

Sejumlkah figure mulai tampak. Sebut saja Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Jenderal Andika yang diusung Partai NasDem, serta Airlangga Hartarto dari Partyai Golkar.

Namun, hingga kini, baik Partai Demokrat dan PDI-P belum mengumumkan siapa bakal Capresnya.

 

 

Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai PDI-P akan sulit memiliki Presiden dari kadernya sendiri lagi jika mengusung Ketua DPP PDI-P Puan Maharani.

Awalnya, pendiri SMRC Saiful Mujani mengatakan PDI-P memang bisa mengajukan calon presiden (capres) sendiri di tahun 2024 mendatang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved