Putri Buka Rekening Pakai Nama Brigadir J dan Bripka RR, Polri Diminta Dalami Dugaan Pencucian Uang

Ini kata pakar soal Putri Candrawathi yang membuka rekening pakai nama Brigadir J dan Bripka RR dengan nilai simpanan yang cukup besar.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) - Ini kata pakar soal Putri Candrawathi yang membuka rekening pakai nama Brigadir J dan Bripka RR dengan nilai simpanan yang cukup besar. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi membuka rekening bank menggunakan nama Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dan Bripka RR atau Bripka Ricky Rizal.

Terkait hal itu, pakar tindak pidana pencucian uang Yenti Ganarsih meminta polri turut mendalami dugaan pencucian uang di samping kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Pasalnya, nilai simpanan dalam rekening atas nama Brigadir J dan Bripka RR itu  cukup besar.

Baca juga: Putri Candrawathi Bikin Rekening atas Nama Brigadir J dan Bripka RR, Pengacara Ungkap Kegunaannya

Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Pansel KPK lainnya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/19). Presiden berharap Pansel KPK menghasilkan calon pimpinan KPK dengan kemampuan managerial dan menguasai dinamika pemberantasan korupsi.
Ketua Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 Yenti Ganarsih (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Pansel KPK lainnya usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/19). Presiden berharap Pansel KPK menghasilkan calon pimpinan KPK dengan kemampuan managerial dan menguasai dinamika pemberantasan korupsi. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Selain itu, rekening atas nama Brigadir J itu juga dikosongkan setelah kasus penembakan yang menewaskannya pada 8 Juli 2022.

"Tinggal didalami. Transaksi mencurigakan dan follow the money adalah kriteria sangat penting untuk TPPU," kata Yenti saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/9/2022).

Selain itu, Yenti menilai penyidik Polri juga mesti mendalami asal-usul uang yang disimpan di dalam rekening atas nama Yosua dan Bripka RR.

Sebab menurut dia nilai uang di dalam rekening itu cukup mencurigakan lantaran tidak sesuai dengan profil pendapatan Yosua saat menjadi anggota Polri.

Baca juga: LPSK Sebut Brigadir J Diperlakukan Spesial, Punya Kamar di Rumah Sambo hingga Pegang Anggaran Ajudan

Di sisi lain, dia berharap penyidik turut menelusuri jika benar Putri Candrawathi yang menguasai rekening itu. Sumber uang yang ada di dalam rekening itu juga dipertanyakan.

Sebab, jumlah dalam rekening kedua ajudan itu cukup janggal jika dibandingkan dengan pendapatan rutin Sambo sebagai polisi.

"Yang penting dari transaksi itu justru. Siapa yang mengirim ke rekening ajudan? Dari mana? Yang penting justru asal-usul uang yang masuk ke rekening ADC (aide de camp/ajudan) itu. Baru kemudian kita lihat untuk digunakan apa. Karena kan ini tidak wajar, tidak sesuai profil. Gaji berapa?" ucap Yenti yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved