Mutilasi di Mimika

Komnas HAM Didesak Tetapkan Kasus Mutilasi di Timika Papua Sebagai Pelanggaran HAM Berat

Penetapan kasus pelanggan HAM berat tersebut sesuai dengan kesimpulan yang didapat dari pemeriksaan Komnas HAM perwakilan Papua.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Tampak potongan tubuh korban mutilasi di Kabupaten Mimika, Ppaua saat dibakar, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kasus pembunuhan hingga mutilasoi terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Kabupaten Mimika, Papua menjadi perhatian serius Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua.

Bahkan, LBH Papua mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menetapkan kasus tersebut sebagai pelanggaran HAM berat.

"Komnas HAM RI segera menindaklanjuti kesimpulan Komnas HAM RI Perwakilan Papua terkait kasus pembunuhan empat warga merupakan kejahatan kemanusiaan dan memenuhi unsur pelanggaran HAM berat karena direncanakan dan dilakukan oleh aparat negara," kata Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9/2022).

Baca juga: 4 Korban Mutilasi oleh Oknum TNI AD di Papua Dikremasi, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat

Emanuel mengatakan, penetapan kasus pelanggan HAM berat tersebut sesuai dengan kesimpulan yang didapat dari pemeriksaan Komnas HAM perwakilan Papua.

Selain itu, Emanuel juga meminta Komnas HAM Perwakilan Papua mengawal hingga tuntas penegakan hukum kasus mutilasi itu.

 

 

Kemudian, Emanuel mendesak Panglima Jenderal Andika Perkasa menegur Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Maruli Simanjuntak yang menyebutkan kasus mutilasi itu bukan pelanggaran HAM berat.

Menurut dia, pernyataan itu bertentangan dengan kesimpulan Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat yang diperoleh dari penyelidikan.

"Pangkostrad wajib mendukung Komnas HAM RI dalam melakukan tugas penyelidikan pelanggaran HAM Dalam Kasus Pembunuhan dan Multilasi terhadap empat orang warga sipil Papua di Mimika sesuai perintah Pasal 89 ayat (3) huruf b, Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia," papar Emanuel.

Baca juga: Mahasiswa Nduga Minta DPRP Bertindak Atas Kasus Mutilasi di Mimika

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved