Politisi PDIP Jawab Sindiran AHY soal BLT Era SBY dan Jokowi: Kalau Bisa Belajar Berhitung Lagi

Politisi PDIP Adian Napitupulu merespons sindiran yang dilontarkan Ketua Umum Demokrat, AHY soal kebijakan pemberian BLT di era SBY dan Jokowi.

Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/9/2022) - Politisi PDIP Adian Napitupulu merespons sindiran yang dilontarkan Ketua Umum Demokrat, AHY soal kebijakan pemberian BLT di era SBY dan Jokowi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Politisi PDIP Adian Napitupulu merespons sindiran yang dilontarkan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) rapat pimpinan nasional (rapimnas) Demokrat beberapa waktu lalu.

Diektahui, dalam rapimnas tersebut, AHY sempat menyinggung soal pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat.

Menurut AHY, program BLT yang digulirkan ayahnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sewaktu menjabat dihina, namun sekarang kembali diterapkan.

Menanggapi hal itu, Adian Napitulu menjelaskan ada perbedaan antara BLT era pemerintahan SBY dengan Jokowi. 

Baca juga: Pengamat Sebut Duet Anies-AHY Punya Prospek Menjanjikan jika Diusung Demokrat-Nasdem-PKS

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat melaksanakan telekonferens dengan para kader Demokrat yang menjadi kepala daerah di Jawa Timur, Rabu (23/6/2021).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat melaksanakan telekonferens dengan para kader Demokrat yang menjadi kepala daerah di Jawa Timur, Rabu (23/6/2021). ((Dokumentasi DPP Partai Demokrat))

“BLT era SBY itu beda, kenapa? Naiknya BBM di era SBY itu 259 persen. Di era Jokowi BBM cuma naik 54 persen, ada selisih 205 persen kenaikan antara SBY dan Jokowi," kata anggota Komisi VII DPR RI fraksi PDIP itu di sela-sela acara bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor di Desa Pandansari, Jumat (16/9/2022).

"Lebih tinggi 200 persen di jaman SBY dibandingkan Jokowi."

“Orang bilang pada saya, itu kan persentase. Ya angkanya berapa? Zaman Presiden SBY kenaikan BBM itu Rp 4.190, di jaman Presiden Jokowi Rp 3.500. Selisihnya Rp 1.190, jadi lebih banyak di zaman SBY."

"Kalau kenaikan BBM sampai 254 persen siapapun boleh menangis untuk itu,” jelas Adian.

Baca juga: Sarankan AHY Tak Buru-buru Maju Jadi Capres, Pengamat Politik Ungkap Kekurangan Ketum Demokrat

Meski nilainya BLT tidak jauh berbeda, lanjut Adian, di era SBY tidak ada bantuan lain yang diberikan ke masyarakat.

“(Sementara itu era Jokowi) ada 6 sampai 7 program-program sosial lainnya. Ada PKH dan sebagainya. Ya akumulasikan saja. Ada satu keluarga yang bisa dapatkan 4-5 program."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved