Lukas Enembe Diperiksa KPK

Presiden Jokowi Diminta Perintahkan KPK Hentikan Kasus Gubernur Papua Lukas Enembe 

Tokoh adat Papua berujar, langkah itu dimaksud demi menjaga persatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua.

Istimewa
Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2014. Presiden Jokowi diminta segera memerintahkan Komisi KPK untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe.  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta segera memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe

Ini menyusul status tersangka kasus suap dan gratifikasi yang dikeluarkan KPK terhadap orang nomor satu di Papua itu.

Permintaan ini disampaikan tokoh adat Papua, Ramses Wally, kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Sabtu (17/9/2022). 

Ramses berujar, langkah itu dimaksud demi menjaga persatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua.

Baca juga: Pendukung Lukas Enembe Diminta Tertib Unjuk Rasa, Yanto Eluay: Jangan Bikin Rusuh Tanah Tabi!

Sebab kata dia, penetapan tersangka kasus suap dan gratifikasi terhadap Lukas Enembe, membuat publik gaduh.

"Belum ada tahapan pemeriksaan, tiba-tiba KPK langsung menetapkan LE sebagai tersangka. Jadi pertanyaan, kenapa bisa terjadi demikian," ujar Ramses Wally.

"Sebab secara hukum, untuk menetapkan tersangka, seseorang harus melalui tahapan," sambungnya.

Menurut Ramses, KPK seharusnya mengedepankan asas praduga takbersalah.

Kemudian, melakukan tahapan pemeriksaan, hingga menentukan status tersangka atau tidak.

"Saya pikir apa yang dilakukan KPK bisa menimbulkan persoalan, sebab bicara soal Pak Lukas Enembe, berarti bicara tentang Papua," ujarnya.

Karena itu, Presiden Jokowi diminta memerintahkan KPK agar menghentikan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe

"Label tersangka ini lebih baik dicabut. Jangan-jangan ada kepentingan dan permainan yang tidak sehat," pungkasnya.

Baca juga: Aksi Dukung Lukas Enembe Digelar Selasa, Tokoh Gereja: Hadapi Proses Hukum Bila Benar, Jangan Takut!

Diketahui, ribuan pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Papua Save LE akan menggelar demo damai pada di Jayapura, pada Selasa (20/9/2022).

Aksi ini sebagai respon masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Informasi yang dihimpun Tribun-Papua.com, aksi massa nantinya untuk menolak kriminalisasi KPK terhadap Gubernur Papua. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved