Pemkab Jayapura

Tingkatkan Populasi Ikan Gabus di Danau Sentani, Pemkab Pakai Tradisi Bhukere

Bhukere adalah satu di antara tradisi juga cara hidup masyarakat, Bhukere juga merupakan nama alat penangkap ikan tradisional.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
ILUSTRASI - Masyarakat di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupeten Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) melakukan uji coba sarang buatan atau Bhukere guna mengembalikan populasi Ikan Gabus asli Danau Sentani.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, Rudy Saragih program kerja yang dilakukan Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Jayapura dan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Danau sentani, yang telah berjalan sejak tahun 2016 lalu.

Diketahui, Bhukere adalah satu di antara tradisi juga cara hidup masyarakat, Bhukere juga merupakan nama alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan oleh Suku Sentani.

Baca juga: Rekayasa Lalulintas Bakal Dilakukan Saat Pembukaan KMAN di Sentani Papua

“Kami membuat sarangnya atau orang sentani sebut “Bhukere “dari daun sagu, cabang-cabang pohon dan karung bekas dan kami mengamati bahwa ada Ikan Gabus atau Kayouw Kahebey menetap di dalam,” kata Rudy Saragih kepada Tribun-Papua.com melalui siaran pers Jumat, (19/9/2022).

Uji coba yang dilakukan Tim DKP dan KKP di Danau Sentani mengalamai peningkatan dari sebelumnya mereka lakukan tahun 2016.

 

 

Artinya, tahun 2022 ini mengalami peningkatan jumlah populasi ikan yang datang masuk, menetap dan berkembang biak di dalam Bhukere atau sarang ikan yang disediakan.

“Sejak 2018 dan 2019, hasil pengamatan kita, bahwa sudah ada peningkatan populasi Ikan Kayou Kahebey dan telah dimanfaatkan oleh warga sekitar danau untuk ditangkap dan dijual ke Pasar," ujarnya.

Baca juga: Wisata Papua: Wisata: Sungai Jaifuri di Kampung Yokiwa yang Berjuluk Napas Danau Sentani

Tititk pembuatan Bhukere tersebar di seluruh Danau Sentani dari Wilayah Barat hingga wilayah Sentani Timur dengan melihat lokasi strategis sebagai tempat bersarangnya ikan gabus. Tempat-tempat itu, seperti areal dusun sagu dan rumput danau (Neli).

“Kami buat bervariasi pada 2016 ada 50 titik, berikut 30 titik dan 50 titik begitu seterusnya, dan hasilnya sekarang masyarakat bisa meningkatkan ekonomis masyarakat,” katanya.

Selain itu, tujuan pembuatan Bhukere yang dilakukan oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Kementerian KKP guna mengembalikan populasi Ikan Gastor sehingga dan harga yang beredar di masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved