Aksi Bela Lukas Enembe

Jokowi Diteriaki Kepala Adat di Papua, Presiden Diminta Segera Desak KPK Hentikan Kasus Lukas Enembe

Langkah itu dimaksud demi menjaga persatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua. Kok bisa?

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Kepala Adat Kampung Babrongko Jayapura, Ramses Wally meminta Presiden Jokowi segera memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala adat di Papua, Ramses Wally, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghentikan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe.

Ini menyusul KPK menetapkan Gubernur Papua tersebut sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp 1 miliar.

Ramses Wally yang juga kepala adat di Kabupaten Jayapura, mengatakan, langkah itu dimaksud demi menjaga persatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua.

Baca juga: Sekelompok Massa Pendukung Lukas Enembe Bergerak dari Jalan Pasar Youtefa Jayapura, KPK Diteriaki

Pasalnya, situasi keamanan di Papua semakin gaduh pasca-penetapan Lukas Enembe jadi tersangka.

"Belum ada tahapan pemeriksaan, tiba-tiba KPK langsung menetapkan LE sebagai tersangka. Jadi pertanyaan, kenapa bisa terjadi demikian," ujar Ramses Wally kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, pada Sabtu (17/9/2022). 

Menurut Ramses, KPK dalam nmenetapkan status tersangka harus melalui tahapan pemeriksaan.

Kemudian, mengedepankan asas praduga takbersalah.

"Saya pikir apa yang dilakukan KPK bisa menimbulkan persoalan, sebab bicara soal Pak Lukas Enembe, berarti bicara tentang Papua," ujarnya.

Karena itu, Presiden Jokowi diminta memerintahkan KPK agar menghentikan pemeriksaan terhadap Lukas Enembe

"Label tersangka ini lebih baik dicabut. Jangan-jangan ada kepentingan dan permainan yang tidak sehat," pungkasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved