Aksi Bela Lukas Enembe

Jokowi Diteriaki Kepala Adat di Papua, Presiden Diminta Segera Desak KPK Hentikan Kasus Lukas Enembe

Langkah itu dimaksud demi menjaga persatuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) di tanah Papua. Kok bisa?

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Kepala Adat Kampung Babrongko Jayapura, Ramses Wally meminta Presiden Jokowi segera memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghentikan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

Massa juga membentangkan sejumlah spanduk pembelaan terhadap Lukas Enembe

"Pemuda bersatu, jaga dan selamatkan pemimpin Papua dari ancaman intimidasi serta diskriminasi," tulisan dalam spanduk.

Tampak aparat kepolisian dilengkapi antihuruhara mengawal jalannya unjuk rasa. 

Sebelumnya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor Mackbon mengatakan sebanyak 2.000 personel gabungan TNI dan polisi disiapkan untuk melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Koalisi Rakyat Papua Save Lukas Enembe di Kota Jayapura. 

Selain mengerahkan 2.000 personel, Polres Jayapura Kota juga akan melakukan penyekatan di beberapa titik dan pengalihan arus lalu lintas. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Aksi Bela Lukas Enembe, Puluhan Personel Polri Berkumpul di Lingkaran Abepura

Hal itu dilakukan demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. 

"Sekitar 2.000 personel TNI-Polri dan juga stakeholder lain kita siapkan pengamanan dengan sistem pengamanan ini kita akan melakukan penyekatan-penyekatan di berbagai titik," kata Victor Mackbon kepada wartawan, termasuk Tribun-Papua.com di markasnya, Senin (19/9/2022). 

Sebelumnya, Polresta Jayapura Kota telah menolak surat izin demonstrasi Koalisi Rakyat Papua lantaran bakal digelar secara longmarch. 

Alasannya, aksi long march itu sangat berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat lain dan tidak cocok dilakukan di Kota Jayapura yang memiliki keterbatasan ruas jalan. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved