Aksi Bela Lukas Enembe

Kasus Lukas Enembe Bukan Rekayasa Politik, Mahfud: Ada Temuan Setoran Rp 560 Miliar ke Kasino Judi

Reaksi ini timbul setelah KPK menetapkan Lukas Enembe jadi tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 1 miliar.

Tribun-Papua
BONUS ATLET PON XX - Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe melalui juru bicaranya, Muhammad Rifai Darus mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap hasil capaian atlet Papua di PON XX, Senin (1/11/2021).  

TRIBUN-APPUA.COM, JAYAPURA - Gelombang massa pendukung Lukas Enembe menggelar aksi di di sejumlah titik Kota Jayapura, Selasa (20/9/2022).

Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menghentikan kasus gratifikasi yang melilit Gubernur Papua.

Reaksi ini timbul setelah KPK menetapkan Lukas Enembe jadi tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 1 miliar, pada Rabu (14/9/2022).

Menyusul, temuan transaksi tak wajar dari entitas rekening Gubernur Papua senilai Rp 560 miliar, sebagaimana temuan PPATK dalam analisi sebanyak 12 kali.

Satu temuan di antaranya terkait setoran tunai yang diduga disalurkan Lukas ke kasino judi.

Baca juga: Jokowi Diteriaki Kepala Adat di Papua, Presiden Diminta Segera Desak KPK Hentikan Kasus Lukas Enembe

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan penetapan tersangka Luka Enembe bukan suatu rekayasa politik.

Mahfud MD mengatakan temuan itu merupakan fakta hukum.

"Maka ingin saya sampaikan hal-hal sebagai berikut, kasus Lukas Enembe bukan rekayasa politik, tidak ada kaitannya dengan parpol atau pejabat tertentu,” ujarnya dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Penjelasan Mahfud MD lainnya:

"Melainkan merupakan temuan dan fakta hukum."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved