Kata Pengamat soal Politik Melankolis SBY dan Mulainya 'Perang Terbuka' Demokrat dengan Rezim Jokowi

Pengamat menilai pernyataan SBY soal tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur menjadi bagian politik melankolis yang telah menjadi gaya SBY sejak dulu.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat akan memberikan konferensi pers terkait tudingan oercakapan telepon dengan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017) - Pengamat menilai pernyataan SBY soal tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur menjadi bagian politik melankolis yang telah menjadi gaya SBY sejak dulu. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur menuai polemik.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai pernyataan SBY itu memang jadi bagian politik melankolis yang telah menjadi gaya SBY sejak dulu.

Yunarto menilai, gaya politik melankolis SBY semakin tampak ketika Partai Demokrat menempatkan diri sebagai oposisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Ketika PDIP-Demokrat Saling Serang setelah Viralnya Pidato SBY yang Sebut Pemilu 2024 Tak akan Adil

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN)

"Ini memang gaya melankolis SBY yang sudah menjadi karakter pimpinan dan dalam pertarungan politik pun gaya itu nggak berubah," kata Yunarto kepada Kompas.com, Senin (19/9/2022).

Diketahui, SBY beberapa kali melontarkan kalimat bernada muram seperti "saya prihatin", hingga "turun gunung" untuk mengkritik situasi terkini.

Yunarto menilai, pernyataan-pernyataan tersebut merupakan bagian dari upaya Demokrat untuk menarik perhatian publik.

"Memang cenderung menikmati oposisi yang katakanlah merasa terzalimi sehingga kemudian bisa mendapatkan simpati publik," ujarnya.

Namun begitu, lanjut Yunarto, bisa jadi juga sebenarnya pernyataan SBY bertujuan untuk mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi.

Baca juga: Politisi PDIP Jawab Sindiran AHY soal BLT Era SBY dan Jokowi: Kalau Bisa Belajar Berhitung Lagi

Sebabnya, pernyataan itu disampaikan berdekatan dengan kritik yang dilemparkan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terhadap pemerintah kini.

Dalam momen Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat yang digelar Kamis (15/9/2022), AHY mengeklaim kepemimpinan Sang Ayah lebih baik dibanding rezim Jokowi dalam berbagai aspek.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved