Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Kuasa Hukum Gubernur LE: Mahfud MD Jangan Perkeruh Situasi dengan Statement Menyesatkan!

"Bapak Prof Mahfud, kami minta stop perkeruh suasana dengan statement yang membingungkan masyarakat," kata Roy Rening.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Roy Rening meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD agar tidak memperkeruh situasi dengan statmen yang membingungkan masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD agar tidak memperkeruh situasi dengan statement yang membingungkan masyarakat.

"Konferensi pers bapak Mahfud MD di luar dari penyelidikan. Dia (Mahfud) keluarkan statement yang sangat tidak pro justitia atau demi keadilan," kata Roy Rening dalam konferensi pers, Senin (19/9/2022) malam di Swisbell Hotel Jayapura.

Selaku kuasa hukum orang nomor satu di Papua ini, Roy Rening meminta agar Menkopolhukam tidak mengeluarkan statement menyesatkan.

Baca juga: Bela Lukas Enembe, Gelombang Massa dari Sentani Dihentikan Polisi di Lapangan Theys Eluay

"Bapak Prof Mahfud, kami minta stop perkeruh suasana dengan statement yang membingungkan masyarakat," tegasnya.

Roy menegaskan agar fokus dengan kasus gratifikasi senilai Rp 1 Miliar dulu.

 

 

"Fokus dengan kasus gratifikasi dulu. Jangan kembangkan yang lain, karena belum mempunyai bukti hukum yang kuat," tegasnya.

Menurut Roy, cara-cara yang dilakukan oleh Mahfud MD itulah sebagai pembunuhan karakter.

"Cara-cara itulah merupakan bagian dari pembunuhan karakter Gubernur Papua Lukas Enembe. Kita hormati satu perkara ini. Saya sebagai tim hukum koperatif," tegas Roy.

Roy meminta agar, jangan mrmbangun statmen lain.

"Jangan masuk dalam pernyataan yang menyesatkan publik," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved