Korupsi di Papua

Kabag Kesra Mimika Ditahan KPK, Marthen Sawy Disebut Minta 'Fee' ke Kontraktor: Perintah Eltinus?

Marthen Sawy diduga telah meminta fee ke beberapa kontraktor, sepanjang masa kepemimpinan Bupati Mimika Eltinus Omaleng. Proses tegas!

Tribun-Papua.com/Kompas.com
KORUPTOR - Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto dalam konferensi pers penahanan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika, Marthen Sawy, Selasa (20/9/2022). Marthen sebelumnya telah ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 bersama Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng dan Direktur PT Waringin Megah, Teguh Anggara.(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Sawy atas dugaan korupsi.

Marthen Sawy diduga telah meminta fee ke beberapa kontraktor, sepanjang masa kepemimpinan Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Marthen telah ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng dan Direktur PT Waringin Megah Teguh Anggara.

Hal itu disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto dalam konferensi pers penahanan Marthen terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Mimika.

Baca juga: Eltinus Omaleng Diterbangkan ke Jakarta, Sempat Mangkir dari Panggilan KPK hingga Ditangkap

Karyoto menjelaskan, Eltinus Omaleng selaku bupati sengaja menunjuk Marthen Sawy sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 agar lelang bisa direkayasa.

"Agar proses lelang dapat dikondisikan, EO (Eltinus Omaleng) sengaja mengangkat MS (Marthen Sawy) sebagai PPK, padahal ia tidak mempunyai kompetensi di bidang konstruksi bangunan," ujar Karyoto, dalam konferensi pers, Selasa (20/9/2022).

"Dengan pengangkatan tersebut, diduga MS juga meminta jatah fee ke beberapa kontraktor yang berkeinginan ikut dalam proses lelang walaupun pemenang telah dikondisikan sebelumnya," ucap Karyoto.

Karyoto mengungkapkan, pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Mimika diawali ketika Eltinus Omaleng yang berprofesi sebagai kontraktor sekaligus komisaris PT Nemang Kawi Jaya berkeinginan membangun tempat ibadah berupa Gereja Kingmi di Kabupaten Mimika dengan nilai Rp 126 miliar pada 2013.

Pada 2014, lanjut Karyoto, Eltinus terpilih menjadi bupati dan kemudian mengeluarkan kebijakan, di antaranya untuk menganggarkan dana hibah pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 ke Yayasan Waartsing.

"Kemudian Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Mimika sebagaimana perintah EO (Eltinus Omaleng) memasukkan anggaran hibah dan pembangunan gereja Kingmi Mile 32 sebesar Rp 65 miliar ke anggaran daerah Pemkab Mimika tahun 2014," papar dia.

Baca juga: Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Eltinus Omaleng Diterbangkan KPK ke Jakarta

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved