Kongres Masyarakat Adat

Persiapan KMAN VI di Kampung Kayo Pulau 90 Persen, Evert Meraudje: Kota Jayapura Mantap Sambut Tamu

Masyarakat telah mempersiapkan infrastuktur pendukung dan agenda kegiatan KMAN, hanya tinggal finishing.

Tribun-Papua
KEARIFAN LOKAL - Asisten I Setda Kota, Evert N Merauje saat diwawancarai Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (6/7/2022). Pemkot Jayapura terus berupaya menjunjung tinggi nilai kearifan lokal di Tanah Tabi, dengan memberikan perhatian lebih kepada Rumah Adat Keondoafian.  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Persiapan Kongres Masyarakat Adat Nasional (KMAN) VI di Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan telah mencapai 90 persen.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Lokal KMAN VI Kota Jayapura, Evert Meraujde kepada Tribun-Papua.com di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (21/9/2022). 

"Khusus untuk dua lokasi sarasehan pada 25 Oktober 2022 di Kampung Kayo Pulau dan Enggros, telah dipersiapkan matang."

"Kami informasikan khusus untuk Kampung Kayo Pulau persiapan telah mencapai 90 persen," katanya. 

Baca juga: Kampung Dondai Siapkan 14 Rumah Sambut Tamu Kongres Masyarakat Adat

Evert Meraujde mengatakan, masyarakat telah mempersiapkan infrastuktur pendukung dan agenda kegiatan KMAN, hanya tinggal finishing.

"Sementara untuk Enggros, kami masih membutuhkan rapat lagi untuk menampung masukkan, dan dukungan lagi untuk segala persiapannya," ujarnya.

Menurutnya, para peserta kongres sekira 600 orang, akan tinggal di penginapan non hotel, yaitu Asrama Haji Kotaraja, BPSDM Provinsi Papua, hingga LPMP.

"Mobilisasi mereka (peserta kongres) untuk menuju kampung-kampung lokasi sarasehan akan menggunakan bus, serta akan memakai transportasi laut berupa speedboat yang telah disiapkan ke kampung pesisir," sebutnya. 

Selain itu, Kampung Kayo Pulau juga telah mempersiapkan 15 unit rumah untuk menampung para peserta kongres.

"Kami juga mempersiapkan Kampung Kayo Batu yang berdekatan dengan Kayo Pulau untuk membackup kedua kampung utama," tambahnya. 

Tak hanya itu, Kampung Skouw juga terbuka bagi para peserta KMAN VI.

"Melalui KMAN VI, kami ingin menginformasikan bahwa tamu-tamu yang datang adalah para masyarakat ataupun komunitas adat dari Aceh sampai Papua, untuk itu keberadaan mereka menjadi bagian yang penting dan marilah menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya.

Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura Diharap Lahirkan Rancangan Undang-undang

KMAN VI, kata Evert Meraudje, menjadi ajang transfer pengetahuan termasuk hal-hal positif untuk memajukan masyarakat adat. 

KMAN VI akan menjadi momentum penting bagi masyarakat adat se-Nusantara yang digelar di Kabupaten Jayapura pada 24 hingga 30 Oktober 2022. 

Sekiranya 2.449 komunitas adat direncanakan bakal menghadiri kongres adat itu. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved