Info YPMAK

YPMAK Gelar Monev di Universitas Negeri Malang, Kristianus: Beasiswa Hanya 5 Tahun

Monev dibeberapa tempat studi termasuk di Malang masih banyak mahasiwa yang belum selesai kuliah padahal target beasiwa diberikan hanya 5 tahun.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) peserta beasiswa di Universitas Negeri Malang (UM). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) peserta beasiswa di Universitas Negeri Malang (UM).

Monev dilakukan pada, Rabu (21/9/2022) dihariri oleh 19 peserta beasiswa dan mitra kerja UM.

Adapun tim Monev YPMAK yang hadir meliputi, Deputi Monev YPMAK, Kristianus Ukago, Kadiv Humas, Fransiskus Wanmang, Staf Khusus Kemitraan, Thobias Maturbongs, Staf Internal Audit, Johan Magal, Staf Perencanaan Program, Darmawan Mada, Staf Monev Pendidikan, Bernardus Sirwutubun dan Kristian fadirubun, Staf Humas YPMAK Jemis M Muskitta.

Baca juga: Peserta Beasiswa, Deminus Teus Wenda: Terima Kasih YPMAK!

"Kami hadir disini untuk mendengar langsung kendala baik dari pengelola dan mahasiswa sekaligus mendapatkan gambaran studi peserta beasiswa. Tujuan lain Monev adalah megevaluasi apa saja temuan saat kembali ke Timika," kata Deputi Monev YPMAK, Kristianus Ukago kepada Tribun-Papua.com.

Ia mengatakan dari hasil Monev dibeberapa tempat studi termasuk di Malang masih banyak mahasiwa yang belum selesai kuliah padahal target beasiwa diberikan hanya 5 tahun.

 

 

"Jadi temuan ini nantinya akan dibahas bersama pembina untuk menentukan pedoman beasiswa selanjutnya, dan ketika pedoman itu jalan maka mahasiswa yang kuliah melebihi target lima tahun, IPK dibawah standar, tidak kuliah maka otomatis ditarik," ujarnya.

Kristianus menekankan agar mahasiwa lama segera wisuda karena masih banyak anak-anak antre untuk dapat beasiswa, apalagi kuota diberikan Freeport hanya 3.000 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved