Info Jayapura

Bakal Cabut Izin Perkebunan Sawit PT PNM, Pemkab Jayapura dan Masyarakat Adat Sepakati Hal Ini

Pemerintah Kabupaten Jayapura diminta segera mencabut izin lokasi perkebunan sawit PT Permata Nusa Mandiri (PNM). Masyarakat adat bergerak!

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
RAPAT - Pemkab Jayapura bersama masyarakat adat Grime Nawa menggelar rapat terkait desakan pencabutan surat izin perusahaan perkebunan sawit yang dianggap mengambil hak adat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura diminta segera mencabut izin lokasi perkebunan sawit PT Permata Nusa Mandiri (PNM).

Ini sebagaimana tuntutan masyarakat adat Grime Nawa saat aksi demonstrasi menuntut pencabutan izin tersebut, beberapa waktu lalu.

Perwakilan masyarakat adat Grime Nawa, Yustus Yekusamon, mengaku telah menggelar rapat bersama pemerintah daerah terkait eksekusi pencabutan izin lokasi perkebunan sawit PT PNM, pada Rabu (23/9/2022).

Baca juga: Masyarakat Adat Grime Nawa Lakukan Aksi Demo Minta Pemkab Jayapura Cabut Izin PT PNM

"Izin lokasi dan lingkungan masa berlaku sudah habis pada 2022, sementara perusahaan tidak mengajukan perpanjangan izin," ujarnya kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Distrik Sentani Kota, Jumat (23/9/2022).

Yustus mengatakan, hingga kini perusahaan masih beroperasi, sekalipun izinnnya tidak diperpanjang.

Karena itu, pihaknya mendesak Bupati Jayapura bersikap tegas, dan segera menghentikan aktivitas perusahaan itu.

Bupati juga diminta membuat pernyataan resmi bahwa izin lokasi perusahaan telah dicabut.

"Bupati janji nsaat Festival Swamening, surat pernyataan itu akan dibawa, kami juga minta untuk lakukan pembatalan 10 ribu hektar lokasi Hak Guna Usaha (HGU),"ujarnya.

 Yustus berujar, pihaknya akan terus mengawal proses pencaputan izin PT PNM oleh Pemkab Jayapura.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved