Pemkot Jayapura

Kelompok Binaan Batik Disperindagkop Kota Jayapura Terima Sertifikat Profesi Kompetensi

Pemberian sertifikat secara bergantian oleh Penjabat Sekda Kota Jayapura, Robby K Awi dan Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Robert L N Awi.

Tribun-Papua.com/ Aldi
Sebanyak 15 peserta dari 6 kelompok membatik di Kota Jayapura untuk pertama kalinya, diberikan sertifikat kompetensi yang digagas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sebanyak 6 kelompok pembatik di Kota Jayapura untuk kali pertama, diberikan sertifikat kompetensi membatik yang digagas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura.

Pantauan Tribun-Papua.com Jumat (23/9/2022), penyerahan sertifikat tersebut berlangsung pada salah satu hotel di Abepura, dalam acara penutupan Bimtek WUB IKM Batik, berbasis kompetensi pembuatan kain batik cap dan pewarnaan batik di Kota Jayapura.

Pemberian sertifikat secara bergantian oleh Penjabat Sekda Kota Jayapura, Robby K Awi dan Kepala Disperindagkop Kota Jayapura, Robert L N Awi kepada perwakilan 6 kelompok membatik itu.

Adapun peserta Bimtek WUB IKM Batik yang berhak memperoleh sertifikat kelayakan ialah Kelompok Batik Ibrani berjumlah 3 orang, Kelompok Batik Halfing 2 orang, Kelompok Batik Asasi 3 orang, Kelompok Batik Sanggar Ameldi 2 orang, Kelompok Batik Wanggo 2 orang, dan Kelompok Batik Phokouw Faa 3 orang.

"Hari ini Pemkot Jayapura resmi menutup kegiatan yang dilakukan Direktorat Jenderal Perindustrian dan Koperasi, serta Papua Muda Inspiratif terkait pelaksanaan membatik mulai tanggal 19 sampai 23 September 2022, " sebut PJ Sekda Kota Jayapura Robby K Awi kepada Tribun-Papua.com, Jumat (23/9/2022).

Robby mengatakan, para instruktur membatik yang didatangkan dari luar Papua itu mengajarkan banyak hal kepada peserta, mulai dari pembuatan, pewarnaan, hingga contoh-contoh membatik.

"Dari Pemerintah Pusat juga menyerahkan peralatan pendukung sehingga dapat dipergunakan bagi 6 kelompok dengan total 15 orang itu ke depannya, dalam usaha membatik, " tandasnya.

Baca juga: Generasi Muda Papua di Kota Jayapura Semakin Cinta Batik

Fasilitas mesin atau peralatan yang diberikan kepada peserta di antaranya, 30 unit kompor listrik batik, 12 unit bak celup, 60 set canting batik, 12 unit tangki minyak, 12 unit kepala kompor minyak, 12 gawangan, 12 unit dandang rebus kain, 12 unit baskom, 24 unit cap batik utama, dan 12 unit wajan batik cap.

Kemudian, diberikan pula uang harian dan seluruh biaya pendampingan ditanggung oleh anggaran Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka tahun anggaran 2022.

Lelaki murah senyum itu menegaskan, kegiatan pelatihan melalui Bimtek WUB IKM Batik itu sangatlah penting, lantaran membantu para peserta agar mampu meningkatkan kapasitas keahlian membatik, guna peningkatan pendapatan sehari-hari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved