Pemilu 2024

Prabowo – Anies Dilengserkan Ganjar Pranowo di Survei Charta Politika: Elektabilitas Jelang Pilpres

Prabowo - Anies dilengserkan Ganjar Pranowo di survei Charta Politika jelang Pilpres 2024.

Tribunnews
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Diketahui, Prabowo - Anies dilengserkan Ganjar Pranowo di survei Charta Politika jelang Pilpres 2024. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Jelang Pilpres 2024, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo paling menonjol di berbagai survei nasional.

Namun, Prabowo - Anies dilengserkan Ganjar Pranowo di survei Charta Politika terbaru.

Elektabilitas jelang Pilpres 2024, Ganjar bak berada di atas angin.

Elektabilitas Ganjar berada di angka 37,5 persen. Sementara di bawahnya Prabowo Subianto mendapat 30,5 persen dan Anies Baswedan 25,2 persen.

"Sampai dengan periode survei dilakukan, Ganjar Pranowo menjadi pilihan tertinggi publik sebagai calon presiden," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam Rilis Survei Charta Politika: Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM di kanal Youtube Charta Politika Indonesia, Kamis (22/9/2022).

Selain simulasi tiga nama, Ganjar juga berada di urutan teratas dalam simulasi 10 nama.

Elektabilitas Ganjar sebesar 31,3 persen, disusul Prabowo dengan perolehan 24,4 persen dan Anies 20,6 persen.

"Sementara pada simulasi 27 nama, Ganjar Pranowo juga teratas dengan 28,5 persen dan Prabowo 23,4 persen, disusul Anies di belakangnya dengan 19,6 persen, lalu tokoh-tokoh lainnya," kata Yunarto.

Baca juga: Geser Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Jadi Magnet Elektoral PDIP di Pemilu 2024

Yunarto menjelaskan, tingginya elektabilitas Ganjar tidak lepas dari banyaknya dukungan masyarakat terhadap di empat zona wilayah berbeda se-Indonesia.

"Dari responden Jateng dan DIY sebanyak 67 persennya mendukung Ganjar menjadi presiden apabila pemilihan dilakukan hari ini" kata Yunarto.

Kemudian di Jawa Timur 25,8 persen, lalu di Bali, NTB, dan NTT 53,3 persen, dan juga di Maluku serta Papua dengan 30 persen dukungan.

Baca juga: Gubernur Jawa Tengah Sebut Urusan Capres PDIP di Tangan Megawati: Dewan Kopral Tahan Diri!

Seperti diketahui, survei ini dilakukan pada 6 sampai 13 September 2022 pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Survei dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 1.220 dengan margin of error sebesar 2,82 persen.

Survei dilakukan dengan spot check dan cleaning data sebesar 20 persen dari total sampel. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved