Info Jayapura

IJTI dan AJI Serukan Jurnalisme Damai setelah Penetapan Gubernur Lukas Enembe Jadi Tersangka

Jurnalisme damai tidak akan menghilangkan fakta, lebih menonjolkan pemberitaan yang bisa menurunkan tensi konflik dan memberikan solusi

Tribun-Papua.com
UNJUK RASA – Suasana unjuk rasa di Provinsi Papua yang mendukung Gubernur Papua, Lukas Enembe yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Wilayah (Korwil) Papua-Maluku, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura meminta media massa di daerah maupun di Jakarta lebih berhati-hati dalam memberitakan situasi dan kondisi di Provinsi Papua.

Baca juga: Kasus Gratifikasi Libatkan Lukas Enembe, Wapres Maruf Amin: Semua Orang Bisa Diproses Hukum!

Khususnya di Kota Jayapura yang saat ini situasinya terus memanas menyusul penetapan tersangka terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK dan adanya perkelahian antara warga di Kota Jayapura.

Koordinator Wilayah IJTI Papua-Maluku, Chanry Suripatty di Jayapura, Provinsi Papua mengimbau media massa di Papua dan Jakarta lebih mengedepankan pemberitaan yang menyejukkan dan edukasi agar tidak memperkeruh suasana. Di Bumi Cenderawasih.

"Jurnalisme damai tidak akan menghilangkan fakta, lebih menonjolkan pemberitaan yang bisa menurunkan tensi konflik dan memberikan solusi," kata Chanry Suripatty kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022) di Kota Jayapura.

IJTI juga meminta kepada pemerintah dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan perdamaian dan menenangkan warga dari kemungkinan hasutan yang bisa memprovokasi massa.

Terkait penegakan hukum terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe pada prinsipnya IJTI berpendapat pemberitaan media massa juga lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Baca juga: Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Diklaim Memburuk, Tersangka KPK Dianjurkan Berobat ke Singapura

 Selain itu, media massa juga memberikan ruang kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam menyampaikan kondisi kesehatannya saat ini.

Pada kesempatan tersebut, IJTI juga memberikan dukungan kepada aparat Kepolisian dan TNI dalam penanganan situasi di Provinsi Papua yang aman dan damai.

Maraknya isu - isu yang berpotensi SARA, diharapkan media massa dapat menjauhkan hal tersebut dalam pemberitaan. Tetap menjaga situasi kondusif di Papua yang merupakan tanah penuh damai.

Baca juga: Banyak Warga Bela Lukas Enembe, Pengamat Ungkap Faktor Penyebab Masyarakat Dukung Tersangka Korupsi

Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Provinsi Papua, Lucky Ireeuw meminta insan pers di Tanah Papua dalam menciptakan produk jurnalistik yang mengedepankan fakta dan netral terkait kasus hukum yang menimpa Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Situasi di Papua saat ini sangat berpotensi konflik apabila media massa tidak bijak dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kasus tersebut.

AJI berharap para jurnalis baik media cetak, online, radio dan televisi agar lebih mementingkan produk jurnalistik yang tidak memicu konflik antar berbagai pihak khususnya konflik suku ras dan agama. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved