Info Jayapura

Inilah Pesan BNPT kepada Orangtua: Anak Didik Rentan Disusupi Paham Radikalisme dan Terorisme

Para guru memasukan nilai moderasi beragama, seperti toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, menghargai keragaman

Tribun-Papua.com
RAWAN – Sekelompok anak-anak Papua sedang berkumpul dengan teman seusianya. Menurut BNPT anak-anak sangat rawan dan menjadi sasaran penyebaran paham radikalisme, sehingga para guru di berbagai tingkatan pendidikan di Papua, agar mulai mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukan nilai-nilai moderasi beragama.  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan, anak didik di bangku sekolah merupakan sasaran empuk dan rentan bagi kelompok yang sengaja ingin merusak masa depan bangsa dengan paham radikalisme. 

Baca juga: BNPT Bersama FKPT Papua Gelar TOT Guru Pelopor Moderasi Beragama

BNPT juga mendorong para guru di berbagai tingkatan pendidikan di Provinsi Papua agar mulai mengembangkan strategi pembelajaran dengan memasukan nilai-nilai moderasi beragama. 

“Terorisme yang diawali dari radikalisme adalah ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia," kata Kepala Seksi Pengamanan Lingkungan Badan BNPT, Yaenurendra Hasmoro kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022) di Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Yaenurendra mengatakan, ancaman paparan radikalisme bisa menyasar kelompok masyarakat manapun tidak terkecuali anak didik di lembaga pendidikan masing-masing.

"Tak hanya guru. Seluruh pihak tak terkecuali orangtua harus mengedepankan kewaspadaan terhadap anaknya," paparnya.

"Tidak hanya untuk alasan keselamatan, melainkan juga untuk mencegah tersebarluasnya paham radikal terorisme tersebut," tegasnya.

Baca juga: BNPT Kutuk KKB Penyerang dan Pembunuh Nakes di Pegunungan Bintang

Yaenurendra berharap, para guru memasukan nilai moderasi beragama, seperti toleransi, semangat kebangsaan, saling menghormati, menghargai keragaman dan Kebhinekaan sebagai bahan ajar.

Sementara itu Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam hal ini diwakili Kepala Badan Kesbangpol Papua, Musa Isir mengajak semua elemen masyarakat di Papua untuk menjaga kedamaian yang sudah tercipta di Indoensia secara khusus di wilayah setempat. 

“Indonesia ini luas sekali dan penduduknya 270 juta lebih, tapi kita bisa rukun sampai sekarang. Beda dengan negara-negara lain yang seperti orang sudah lupa Tuhan dan hidup sesukanya,” kata dia.

Baca juga: BNPT Tetapkan 5 Nama DTTOT di Papua-Papua Barat, KKB Lekagak Telenggen hingga Egianus Kogoya

Musa katakan, banyak negara luar yang justru ingin kerukunan di Indonesia ini terpecah belah.

Karena itu, pemerintah dan stakholder terkait, khususnya para guru, punya peranan penting untuk menyelamatkan generasi muda dari paparan paham radikalisme yang dapat merusak kerukunan itu. 

“Sebab para guru ini menjadi garda terdepan untuk menangkal paham radikalisme kepada anak didik di lingkungan sekolah. Lalu orang tua di lingkungan sekitar tempat tinggal dan bergaul anak,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved