Lukas Enembe Diperiksa KPK

Presiden Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK, Jokowi: Semua Sama di Mata Hukum!

Jokowi meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang ada di KPK. KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dalam kasus suap. Proses!

Istimewa
Presiden Joko Widodo menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2015 kepada Gubernur Papua Lukas Enembe di Istana Negara, Jakarta, 8 Desember 2014. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat suara menyusul mangkirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (12/9/2022).

Jokowi meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang ada di KPK.

KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi APBD Papua.

“Saya kira proses hukum di KPK semua harus hormati,” kata Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, (29/9/2022).

Presiden Jokowi menegaskan, semua orang sama di mata hukum.

Baca juga: Tito Karnavian dan Bahlil Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpauw Wagub Papua: Ada Apa?

Karena itu, sipapun yang berperkara harus menghormati panggilan KPK.

KPK telah melayangkan surat panggilan kedua pada Lukas Enembe untuk diperiksa pada hari ini, Senin (26/9/2022).

“Semua sama di mata hukum. Dan saya sudah sampaikan agar semuanya menghormati panggilan KPK dan hormati proses hukum yang ada di KPK, semuanya,” pungkas Jokowi.

Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan upaya jemput paksa jika Gubernur Papua Lukas Enembe mangkir dari panggilan tim penyidik pada hari ini.

"ICW mendesak KPK agar segera memberikan pesan ultimatum terkait penjemputan paksa kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe, jika hari ini ia tidak hadir memenuhi panggilan penyidik," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Senin (26/9/2022).

Diketahui KPK memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa pada Senin ini.

Lukas akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Rp1 miliar.

Sebelumnya, Lukas Enembe sudah dipanggil untuk diperiksa di Mako Brimob Polda Papua pada 12 September 2022.

Saat itu, Lukas dipanggil sebagai saksi. Lukas tidak hadir dengan alasan sakit.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved