Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Jadi Tersangka Kasus Korupsi, MRP Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum!

Anggota MRP, Dorince Mehue, meminta Lukas Enembe kooperatif untuk menjalani proses hukum.

Humas Pemprov Papua
Gubernur Papua, Lukas Enembe. Diketahui, Anggota MRP, Dorince Mehue, meminta Lukas Enembe kooperatif untuk menjalani proses hukum. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe, resmi ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus korupsi dan gratifikasi.

Namun, dua kali dipanggil KPK, orang nomor satu di Papua itu malah mangkir.

Hal ini membuat Majelis Rakyat Papua (MRP) angkat bicara.

Anggota MRP, Dorince Mehue, meminta Lukas Enembe kooperatif untuk menjalani proses hukum.

Kuasa hukum Lukas Enembe juga diminta untuk tidak memberikan pernyataan provokatif.

Sebab, dapat menyebabkan situasi tidak kondusif.

“Mari kita berikan dukungan kepada Lukas Enembe untuk menjalani proses hukum. Lukas Enembe harus kooperatif terhadap proses hukum sehingga berjalan lancar,” tegas Dorince.

Dorince mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa dugaan korupsi yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dukungan Dorince dilatari keyakinannya, bahwa KPK dan PPATK telah mempunyai bukti-bukti yang cukup sebelum menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka.

“Sebagai warga masyarakat Papua dari komponen perempuan, saya melihat kasus Lukas Enembe ini sebagai sebuah proses hukum yang harus dilalui dengan baik. KPK bersama PPATK pasti mempunyai bukti yang kuat sesuai tupoksi-nya masing-masing,” kata Dorince, Senin (27/9/2022).

Dorince juga meminta masyarakat Papua tetap tenang dan patuh terhadap hukum yang berlaku serta mengawal proses hukum terhadap Lukas Enembe.

Baca juga: Penjelasan Tim Medis Lukas Enembe Diragukan, KPK: Mereka Tak Bisa Jawab Hal Teknis

Kendati masyarakat memperhatikan ada beberapa dana korupsi yang digunakan Lukas untuk perjudian.

Menurutnya, perjudian dengan menggunakan dana korupsi sangat tidak etis, karena di kampung-kampung di Papua masih banyak masyarakat yang miskin dan menderita.

“Masyarakat di tanah Papua agar tetap menjaga stabilitas daerah dan kamtibmas, serta tidak membuat konten yang bersifat provokasi dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang yang beredar di tengah masyarakat,” ucapnya.

Baca juga: Namanya Diseret, Paulus Waterpauw Bereaksi: Pengacara Lukas Enembe Disomasi!

Dorince mengungkapkan, situasi keamanan di tanah Papua harus tetap aman dan nyaman.

Pasalnya, pada Oktober 2022 mendatang Papua akan menjadi tuan rumah event nasional yaitu Kongres Masyarakat Adat Nusantara yang akan berlangsung sejak 24-30 Oktober 2022 di wilayah adat Tabi, Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved