Lukas Enembe Diperiksa KPK

Legislator Papua Minta KPK Pertimbangkan Pemanggilan Lukas Enembe, Kadepa: Demi Kemanusiaan!

Tim dokter KPK dan dokter pribadi serta pengacara Lukas Enembe disarankan bekerja sama mengecek kondisi kesehatan Gubernur Papua.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Anggota DPRD Provinsi Papua saat menemui massa dan menerima aspirasi dalam aksi unjuk rasa Save Lukas Enembe di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (20/9/2022). Nampak Anggota Komisi I Laurenzus KAdepa (kedua dari kiri) mendengar aspirasi massa pendukung Lukas Enembe. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Anggota komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa menyarankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan pemanggilan Gubernur Lukas Enembe.

Legislator Papua yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) itu menyebut, KPK telah melayangkan panggilan kedua kali kepada Gubernur Papua, pada Senin (26/9/2022).

Namun, Lukas Enembe mangkir.

Kepada Tribun-Papua.com, Laurenzus mengatakan, Lukas Enembe takdapat menghadiri pemeriksaan KPK lantaran dalam kondisi sakit.

Baca juga: Presiden Minta Lukas Enembe Hormati Panggilan KPK, Jokowi: Semua Sama di Mata Hukum!

Karena itu, tim dokter KPK dan dokter pribadi serta pengacara Lukas Enembe disarankan bekerja sama mengecek kondisi kesehatannya.

"Pak Lukas ini sudah lama sakit, tetapi KPK masih ngotot untuk melakukan pemeriksaan hingga saat ini, namun beliau belum dapat hadir panggilan tersebut. Maka itu KPK tolong mempertimbangkan semua ini," kata Laurenzus lewat gawainya, Selasa (27/9/2022).

Menurut Laurenzus, Gubernur Papua pasti patuh terhadap kasus hukum yang melilitnya.

Lukas Enembe disebut kooperatif bila sudah kembali pulih.

"Dia sudah nyatakan akan jalani pemeriksaan tapi tunggu sembuh dulu, maka itu, hal ini perlu dipertimbangkan oleh KPK melalui dokter mereka,” jelasnya.

Laurenzus mengaku kuatir atas kesehatan Lukas Enembe apabila KPK terus memaksakan pemanggilan.

“Jangan dipaksakan, dan saya bicara ini demi stabilitas keamanan di Papua dan rasa kemanusiaan. Jangan paksakan beliau karena beliau sudah nyatakan sakit,” ujarnya.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Gubernur Papua mengungkapkan, ada sejumlah penyakit yang diderita kliennya hingga tidak dapat memenuhi panggilan KPK pada Senin (26/9/2022).

Anggota tim pengacara Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening mengatakan, kliennya mengalami komplikasi penyakit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved