Papua Terkini

Peraih Nobel di Bidang Fisika Ini Soroti Kerja Pemerintah untuk Mendorong Kemajuan OAP

"Kita dapat belajar dari partisipasi saudara-saudara non asli Papua di sektor-sektor ekonomi, yang mana telah membuat mereka dapat bertahan hidup."

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews.com
Fisikawan muda Papua Septinus George Saa. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tokoh Muda Papua, Septinus George Saa memberikan catatan terkait perhatiannya, terhadap kerja-kerja pemerintah dalam mendorong kemajuan Orang Asli Papua (OAP) di tanahnya sendiri.

Hal tersebut disampaikan Septinus secara khusus kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (28/9/2022).

"Sebagai seorang anak mantan ASN, banyak dari kami paham bahwa kerja pemerintah di tiap level baik itu nasional, provinsi, kabupaten dan kota, distrik, hingga kampung ialah mendistribusikan kesejahteraan, lewat program-program peningkatan taraf hidup masyarakat," jelasnya.

Baca juga: Septinus George Saa Soroti Angka Pengangguran di Kabupaten Mimika, Begini Solusinya

Dari semua rencana yang digulirkan, dikatakannya tentu semua berharap, agar publik dapat membaca apa saja langkah-langkah aksi nyata yang harus didorong dalam bentuk program yang dapat mendongkrak kapasitas dan kreatifitas orang Papua.

"Bagi saya bagian yang paling terpenting ialah pemberian program pelatihan konkrit yang dapat mendorong kemapanan kita orang Papua untuk mampu berperan dalam kegiataan ekonomi," sebutnya.

 

 

Lelaki peraih nobel di bidang Fisika itu menjabarkan, konteks paling sederhana dalam partisipasi pasar, baik pasar tradisional ataupun pasar modern, pemerintah mestinya terus mendorong agar angka partisipasi OAP meningkat.

"Kita dapat belajar dari partisipasi saudara-saudara non asli Papua di sektor-sektor ekonomi, yang mana telah membuat mereka dapat bertahan hidup bahkan sejahtera," tandasnya.

Terkait itu, Septinus mengajak semuanya untuk dapat mengambil waktu dan bertanya secara komunal, apa saja yang dilakukan mereka dan apa yang dimiliki, sehingga usaha-usaha mereka dapat berjalan dengan baik.

"Apa itu karena pengetahuan? modal? komitmen? atau keuletan dan kesabaran?," tanyanya.

Dari sini, disampaikannya, OAP dapat menyikapi realita, apakah masih kurang terampil atau tidak memiliki komitmen, ataukah belum memiliki jejaring supplier untuk produk-produk yang didatangkan dari luar Papua.

Baca juga: Kiat Menghadapi Tantangan ala Septinus George Saa Fisikawan Muda Papua

"Pokoknya, apa yang hilang dan tidak kita miliki di dalam daftar, harus mulai dibedah satu persatu untuk mendorong dan mengadopsi solusi," tekannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved