Lukas Enembe Diperiksa KPK

Lukas Enembe Ingin ke Singapura, KPK Beri Kesempatan Bersyarat: Cek Kesehatan di Jakarta Dulu!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi kesempatan bagi Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura. Ada syarat yang harus dipenuhi!

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik menemui Gubernur Papua Lukas Enembe di kediaman pribadi Lukas di Koya Tengah, Kota Jayapura, Papua, Rabu (28/9/2022). (Dok Tim Hukum Gubernur Papua) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua tim kuasa hukum Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening, menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi kesempatan bagi Lukas Enembe untuk berobat ke Singapura.

Hanya, apabila Gubernur Papua Lukas Enembe mau menjalani pemeriksaan kesehatan di Jakarta lebih dulu.

Kini, tim kuasa hukum Lukas Enembe terus berkomunikasi dengan Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, terkait kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Lukas Enembe.

Bahkan kata Roy, Asep Guntur dalam pertemuan itu berbicara lewat telepon dengan Lukas Enembe. 

Baca juga: SBY dan Elite Demokrat Diminta Segera Perintahkan Lukas Enembe Penuhi Panggilan KPK

"Beliau meminta Pak Lukas datang dulu ke Jakarta dan diperiksa oleh dokter KPK dan IDI baru kemudian diberikan izin ke Singapura," ujar Roy di Jayapura, Rabu (28/9/2022) malam.

Tawaran yang diberikan oleh KPK, sambung Roy, akan dipertimbangkan oleh Lukas Enembe.

Ia juga akan berbicara kepada keluarga yang saat ini berjaga di depan kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurut dia, selain sebagai Gubernur Papua, Lukas Enembe merupakan tokoh adat yang terikat oleh aturan adat masyarakat pegunungan yang kini tidak memperbolehkannya keluar dari rumah.

Oleh karena itu, tim hukum gubernur akan menemui keluarga Lukas Enembe untuk membicarakan tawaran yang diberikan KPK.

"Saya akan bahas dengan keluarga besok atau lusa dan keputusan itu ada di pihak keluarga Pak Lukas," kata dia.

Sebelumnya, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar sejak 5 September 2022.

Selain dicekal keluar negeri, beberapa rekening Lukas Enembe yang memiliki tabungan sebesar Rp 71 miliar telah diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca juga: Mangkir Dua Kali dari Pemeriksaan, KPK Diminta Jemput Paksa Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah memanggil Lukas Enembe sebagai tersangka pada 12 September, tetapi Gubernur Papua itu tidak hadir karena sakit.

KPK telah mengirim surat panggilan kedua kepada Lukas Enembe agar diperiksa di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada 25 September 2022.

Lukas kembali tak hadir karena alasan kesehatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Tawarkan Pemeriksaan Kesehatan di Jakarta, Ini Jawaban Tim Hukum Gubernur Papua",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved