Kongres Masyarakat Adat

Bupati Jayapura Minta Tribunnews Beritakan Soal Keberagaman Adat Saat KMAN VI

Kebangkitan masyarakat adat juga merupakan satu di antara perintah atau amanat UU Otsus Papua, sehingga saat KMAN sukses jadi ajang pembuktian Otsus.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
TANGKAPAN LAYAR - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat mengatakan harapannya, agar Tribunnews dapat memberitakan soal keberagaman adat saat gelaran KMAN VI di Kabupaten Jayapura pada akhir Oktober 2022 mendatang, Jumat (30/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw meminta media partner Tribunnews mengangkat soal keberagaman adat, saat pelaksanaan Kongres ke-VI Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) di Kabupaten Jayapura, Papua.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama pihak Tribunnews dalam lawatannya di Jakarta, Jumat (30/9/2022).

"Selain KMAN VI, bersamaan juga kita akan melaksanakan HUT kebangkitan masyarakat adat di Jayapura, sehingga bahasan soal keberagaman penting untuk diangkat dalam pemberitaan," jelasnya.

Baca juga: Jelang KMAN, Pelayanan Pustu di Yokiwa Belum Optimal

Lebih lanjut, ia mengatakan masyarakat adat akan tinggal di rumah penduduk, sehingga berbaur dan harmoni yang akan tercipta itu yang dapat diangkat dalam pemberitaan.

Dikatakan Mathius, kebangkitan masyarakat adat juga merupakan satu di antara perintah atau amanat UU Otsus Papua, sehingga memang apabila KMAN VI sukses, maka dapat menjadi ajang pembuktian Otsus di Papua.

 

 

"Itu suatu hal yang coba kita ungkap ke publik dalam memaknai Otsus, serta peringatan 9 tahun kebangkitan adat," sebutnya.

Lelaki murah senyum itu menjelaskan pula soal alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharuskan hadir, dikarenakan orang nomor satu di Indonesia itu akan menyerahkan kodefikasi bagi 14 kampung adat.

"Ini akan jadi yang pertama di Indonesia, berdasarkan UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desan dan Desa Adat, dan yang baru mendapatkan registrasi atau kodefikasinya baru dari Jayapura," ucapnya.

Kemudian, Mathius menuturkan tujuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertandang ke bumi Kenamai Umbai, lantaran pemetaan wilayah adat.

Baca juga: Mantapkan Persiapan Sarasehan KMAN VI di Kota Jayapura: Evert Merauje: Jangan Ulur-ulur Waktu!

"Ini juga masyarakat adat sudah memetakan wilayah adatnya dengan didampingi gugus tugas di Jayapura, kalau di Jakarta kan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA)," tandasnya.

Hal ini dikatakannya menjadi penting, sebab masyarakat adat di Indonesia membutuhkan pemetaan wilayah adat untuk kepastian hukum bagi mereka.

"Kaitannya dengan reforma agraria, ini akan menjadi model Papua dan Papua Barat, sebab ini perintah UU Otsus," tegasnya.

Sesuai regulasi, Matius mengatakan kepala daerah didorong untuk membentuk gugus tugas pemetaan wilayah adat dari berbagai stakeholder terkait.

Terlepas dari itu, Matius mengharapkan agar Tribunnews dapat mengeksplore lebih jauh soal KMAN VI dan manfaatnya bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved