Pemkab Jayapura

Pemkab Jayapura Tekan Angka Stunting hingga 15,65 Persen

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Hana Hikoyabi mengatakan, keberhasilan itu berdasarkan pengukuran antropometri

Tribun-Papua.com/ Calvin
Pertemuan percepatan penurunan stunting di Hotel Horex, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (29/9/2022). Di tahun 2022 ini, Pemkab Jayapura, Provinsi Papua berhasil menekan angka stunting mencapai 15,65 persen, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Hana Hikoyabi mengatakan hal itu berdasar hasil pengukuran antropometri yang dilakukan oleh petugas puskesmas. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Berkat kerja keras dan sinergitas yang baik, tahun 2022 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua berhasil menekan angka stunting hingga mencapai 15,65 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Hana Hikoyabi mengatakan, keberhasilan itu berdasarkan pengukuran antropometri yang dilakukan oleh petugas puskesmas.

"Sesuai data saat ini, dari tahun 2020 hingga 2022, ada penurunan jumlah balita pendek yaitu dari 17,28 persen menjadi 15,65 persen," kata Hana dalam sambutannya saat pertemuan percepatan penurunan stunting di Hotel Horex, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Mantapkan Persiapan Sarasehan KMAN VI di Kota Jayapura: Evert Merauje: Jangan Ulur-ulur Waktu!

Selain menyampaikan hasil yang diraih, Hana juga menjelaskan dampak dari stunting.

Menurutnya, Stunting itu tidak hanya mengganggu kesehatan tetapi juga dapat mempengaruhi tingkat produktivitas anak.

Maka itu pencegahan dan penanganan stunting sejak dini di Kabupaten Jayapura harus terus digenjot secara cepat dan tepat.

Artinya, pencegahan dan penanganan stunting ini tidak hanya dilakukan oleh satu sektor, namun perlu secara terpadu hingga mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

"Intervensi gizi spesifik biasanya diidentikkan oleh intervensi dari sektor kesehatan, sementara untuk gizi dari sektor non kesehatan, maka itu penanganan dan pencegahan Stunting ini harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama," ujarnya.

Maka itu dia berharap, program prioritas nasional stunting pada tahun 2024 mendatang, Pemkab Jayapura harus memiliki target penurunan hingga 14 persen mulai dari 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved