Liga 1

Yan Mandenas Minta PSSI dan Pemerintah Bentuk Tim Investigasi: Ungkap Fakta Tragedi Kanjuruhan!

Yan Mandenas, meminta pemerintah dan PSSI mengambil langkah tegas untuk membentuk tim investigasi.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas, meminta pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas untuk membentuk tim investigasi pascatragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas, meminta pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengambil langkah tegas untuk membentuk tim investigasi.

Hal ini tak lain berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan, di mana 174 orang meninggal dunia dan 119 orang terluka pascapertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022).

“Langkah tegas dengan membentuk tim investigasi mesti dilakukan untuk mengungkap fakta kejadian yang sebenar-benarnya dari kerusuhan yang menyebabkan korban meninggal mencapai 174 orang dan korban luka sebanyak 119 orang,” tegas Yan Mandenas kepada Tribun-Papua.com via telepon, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Yan Mandenas Minta PSSI Evaluasi: Semoga ke Depan Sepak Bola Indonesia Semakin Profesional!

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Manajemen Persipura Turut Berduka Cita, Mandenas: Keluarga Diberikan Kekuatan

Mandenas yang juga Manajer Persipura Jayapura itu secara tegas menakankan Tragedi Kanjuruhan tidak boleh terulang lagi di manapun ke depannya.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.”

“Sebab, sepanjang sejarah sepak bola dunia, ini kejadian yang sangat fatal dan mencoreng dunia sepak bola Indonesia maupun dunia sepak bola internasional,” tegasnya lagi.

Mandenas berharap, adanya solusi dari investigasi melalui tim yang dibentuk pemerintah maupun PSSI, sehingga menjadi bahan masukan juga bagi kemajuan sepak bola Indonesia ke depannya.

“Tim investigas ini tujuannya mencegah hal-hal seperti ini terjadi lagi,” tambahnya.

Sebaliknya, sepak bola Indonesia diharapkan mampu membawa atmosfer positif, di mana masyarakat puas menonton bola dengan menerima apapun hasil pertandingan yang diperoleh tim yang didukungnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved