Papua Terkini

Yudho Baskoro: SDKI 2022 di Papua Bakal Menjadi Program Mandatori BRIN di Indonesia

BRIN merupakan suatu badan yang dibentuk Presiden Indonesia untuk menyatukan seluruh lembaga yang ada dalam kementerian

Tribun-Papua.com/ Calvin
Sekertaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi BRIN, Yudho Baskoro berharap, semoga pelatihan SDKI dapat membuahkan hasil terbaik untuk Papua dan Indonesia.(*) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -  Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022 di Papua bakal menjadi mandatori Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sekertaris Deputi Bidang Riset dan Inovasi BRIN, Yudho Baskoro, dalam sambutannya di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (30/10/2022).

Sekadar diketahui, pelatihan ini digelar sejak 30 September kemarin hingga 10 Oktober 2022 mendatang.

Yudho mengatakan, BRIN merupakan suatu badan yang dibentuk Presiden Indonesia untuk menyatukan seluruh lembaga yang ada dalam kementerian seperti, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Sebagai institusi, harapannya BRIN dapat mendorong penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan teknologi untuk lebih maju lagi ke depan di Papua," kata Yudho.

Baca juga: Komitmen BRIN Jadikan Kebun Raya sebagai Platform Global Riset Botani

Lanjut dia, calon petugas lapangan didominasi mahasiswa dan mahasiswi tingkat semester 7 yang berasal dari kampus se-Indonesia.

SDKI adalah Survei 5 tahunan, pada tahun 2022 merupakan SDKI yang ke 9.

Mulai dari dari awal hingga tahun 2017 dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Baca juga: KNPI Kabupaten Jayapura Ajak Pemuda Jaga Kamtibmas jelang KMAN VI

Dikatakannya, para peserta bakal dilatih oleh instruktur nasional SDKI yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan di Jakarta sejak 18-25 September 2022 kemarin.

"SDKI  2022 didukung oleh seluruh para periset yang terbaik di bidang kependudukan dan kesehatan se-Indonesia" pungkasnya.

Dia berharap, semoga pelatihan tersebut dapat membuahkan hasil terbaik untuk tanah Papua dan Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved