Pemkot Jayapura

Pelatihan Regsosek 2022, BPS: Peserta Dalami 13.000 Warga dengan Kemiskinan Ekstrem

Evert N Merauje menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemkot Jayapura, dalam giat Regsosek 2022 oleh BPS Kota Jayapura.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
JAYAPURA TERKINI - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina, Kepala BPS Kota Jayapura Jeffy Yohanes Defretes, dan Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert N Merauje saat berfoto bersama dengan perwakilan peserta Regsosek 2022, Senin (3/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sebanyak 530 orang mengikuti pelatihan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di Kota Jayapura, Papua dengan fungsi tugas, salah satunya untuk mendalami sekira 13.000 penduduk di Kota Jayapura yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Pantauan Tribun-Papua.com Senin (3/10/2022), kegiatan pelatihan Regsosek 2022 tersebut berlangsung pada salah satu hotel di Kawasan Padang Bulan, Distrik Heram serta dibuka secara langsung oleh Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert N Merauje.

"Dari hasil survei BPS tahun 2021 memang ada sekira 13.000 penduduk ekstrem, dan melalui Regsosek 2022 ini, kita akan dalami lagi, mencari dan mendata mereka, siapa dan di mana," kata Kepala BPS kota Jayapura, Jeffy Yohanes Defretes kepada Tribun-Papua.com di Distrik Heram, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Pelatihan Petugas Regsosek 2022, Evert Merauje: Pendataan Penting untuk Turunkan Kemiskinan

Dengan adanya pendataan penduduk dengan kemiskinan ekstrem di Kota Jayapura, maka datanya dapat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dalam mengentaskan kemiskinan melalui program-progamnya.

"Sebab target Bapak Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem di Indonesia menjadi nol Persen ialah pada tahun 2024," tegasnya.

 

JAYAPURA TERKINI - Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert N Merauje saat menghadiri pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 pada salah satu hotel di Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (3/10/2022).
JAYAPURA TERKINI - Asisten I Setda Kota Jayapura, Evert N Merauje saat menghadiri pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 pada salah satu hotel di Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Senin (3/10/2022). (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

 

Ia mengakui angka 13.000 penduduk dengan kemiskinan ekstrim di ibu kota Provinsi Papua tersebut, memang tergolong besar.

"Walaupun besar, memang angka 13.000 ini sebelumnya telah mengalami penurunan dari angka 14.000 penduduk," tandasnya.

Ditanya soal indikator suatu penduduk dikategorikan masuk ke dalam kemiskinan ekstrem, Jeffy menyebutkan hal tersebut cukup banyak.

"Pertama soal pendidikan, masyarakat yang memiliki pendidikannya rendah, kemudian terkait dengan pekerjaan, mungkin saja tidak memiliki pekerjaan tetap serta kondisi sosial ekonomi, termasuk perumahan," rincinya.

Termasuk apabila memiliki anak yang telah memasuki usia sekolah, tetapi karena ketidakmampuan secara finansial maka akhirnya tidak bersekolah.

Baca juga: Wujudkan Tertib Administrasi, Pemkot Jayapura Jadikan Gurabesi dan Vim sebagai Kelurahan "Cantik"

"Jika ditinjau dari sisi pendapatan per kapita masyarakat yang tergolong miskin ekstrem yaitu seseorang memiliki pendapatan di bawah Rp 350.000," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved