Pemkab Jayapura

Pemkab Jayapura Mulai Eliminasi Malaria dengan Gerakan Siamal

Gerakan Siaga Malaria (Siamal) Pencanangan Malaria melalui eliminasi dalam Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2017

Tribun-Papua.com/ Putri
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat berfoto bersama salah satu Kader Malaria saat memberikan satu paket tas perlengkapan pengobatan Malaria 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Ketua Malaria Center Kabupaten Jayapura, Parson Horota menyatakan Kabupaten Jayapura mengawali kegiatan Siaga Malaria (Siamal) dari 11 Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua.

Gerakan Siaga Malaria (Siamal) Pencanangan Malaria melalui eliminasi dalam Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2017 tentang pedoman pengendalian Malaria menuju eliminasi pada 2030 di Kabupaten Jayapura.

Parson mengatakan Pembentukkan Tim Pusat Percepatan Eliminiasi Malaria Center Kabupaten Jayapura lantaran menjadi daerah dengan endemitas Malaria tinggi berada di urutan ketiga setelah Mimika dan Kota Jayapura.

Baca juga: Anies Baswedan Jadi Capres NasDem, Mathius Awoitauw: Rapatkan Barisan untuk Kemenangan!

Pada 2021 di Kabupaten Jayapura tercatat  sebanyak 26.218 dengan API sebesar 193,25 dalam upaya percepatan eliminasi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melatih Kader Siaga Malaria (Siamal) pada 2017.

Para kader tersebut melakukan deteksi dini dan mengobati tuntas pasien kena Malaria di Kamlung Tablanusu, Distrik Depapre dan terus berkembangan dengan adanya Peraturan Kementrian Kesehatan (Permenkes) 2018 tentang penata laksanaan dektesi dini dan obat Malaria oleh Kader Malaria dengan situasi khusus.

"Pada 2022 Pemkab dan Kemenkes melatih kader 300 orang Kader dan tersebar di kampung-kampung di Kabupaten Jayapura,"katanya di Kantor Bupati, Senin (3/9/2022).

Baca juga: Mathius Awoitauw Beri Instruksi Dukung Eliminasi Malaria dan Stop BAB Sembarangan

Juga dalam rangka meningkatkan derajat masyarakat di Provinsi Papua, pemerintah melakukan deklarasi komitmen Stop Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Adapun tujuan khusus mempercepat penurunan kasus menuju tahap pra eliminasi di 2023-2025, penemuan sumber kasus dan penularan pada manusia secara massal dan serempak.

"Kasus meningkat sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya yakni 4000 kasus, kegiatan yang dilakukan sebelum dan sesudah pencanangan diawali gerak Siamal di 11 Kabupaten dan Kota di Probinsi Papua yang dicanangkan oleh Menteri Kesehatan bersama Bupati Jayapura," tambahnya.

Baca juga: Perencanaan APBD 2023, Plt Bupati Mimika: Program Kerja Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat

Parson menjelaskan pada Gerakan Siamal akan mengawali Bulan Bakti Provinsi Papua  dari Kabupaten Jayapura sebanyak 11 Kabupaten dan Kota Jayapura, diantaranya Kota Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Tengah, Asmat, Bovendigoel, dan Mimika. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved