Mutilasi di Mimika

Tokoh Papua Minta Tersangka Kasus Mutilasi Warga Kabupaten Nduga Segera Dipecat

Mereka (tersangka) ada yang berpangkat Mayor dan Kapten. Peristiwa yang dilakukan secara sistem dan boleh dikatakan dalam satu komando

Tribun-Papua.com
DISKUSI – Tokoh Papua, Paskalis Kossay yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi secara daring menilai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Kabupaten Mimika meminta agar tersangka diberi hukuman berat, termasuk dipecat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tokoh Papua, Paskalis Kossay menilai kasus pembunuhan yang disertai mutilasi di Kabupaten Mimika yang menyeret sejumlah oknum TNI tidak terlepas dari masalah kemanusiaan di Bumi Cenderawasih.

"Pandangan saya, kasus itu rentetan pembunuhan massal yang sering terjadi di Tanah Papua," kata Paskalis Kossay dalam diskusi daring yang diikuti Tribun-Papua.com, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Deretan Temuan KontraS soal Kasus Mutilasi di Mimika, 4 Korban Diyakini Bukan Simpatisan KKB

Paskalis Kossay mengatakan, berbicara masalah kemanusiaan di Papua, sudah terjadi sejak 60 tahun lalu.

"Mereka (pelaku) ini tidak merasa takut atau ragu saat melakukan kejahatan kemanusiaan ini," ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI ini beranggapan, pembunuhan beserta mutilasi ini dilakukan secara sistematis.

"Mereka (tersangka) ada yang berpangkat Mayor dan Kapten. Peristiwa yang dilakukan secara sistem dan boleh dikatakan dalam satu komando," papar Paskalis.

Untuk itu, politis Partai Golkar ini meminta Komandan Kostrad Kabupaten Mimika segera bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Pada kesempatan diskusi yang dilaksanakan secara daring itu, Paskalis Kossay juga meminta agar Komisi I DPR RI segera membentuk tim khusus guna melihat kasus pembunuhan serta mutilasi ini.

Baca juga: Letjen Maruli Simanjuntak: Enam Prajurit TNI Tersangka Mutilasi di Mimika Papua Bisa Dipecat

"Kenapa saya bilang harus tim khusus, agar pemerintah konsisten smenyelesaikan masalah ini secara cepat dan tuntas," tegasnya.

Menurutnya, oknum aparat yang terlibat dalam kasus itu juga harus diberi hukuman yang berat, termasuk harus dipecat.

"Jangan diperiksa secara internal. Ini kejahatan kemanusiaan kepada rakyat Papua secara sistematis. Jadi harus proses di pengadilan umum," pintanya.

Baca juga: Komnas HAM Ungkap Ekspresi Wajah Para Pelaku Mutilasi di Mimika saat Diperiksa: Menakutkan

Apalagi, lanjut Paskalis, dampak kasus pembunuhan yang disertai mutilasi ini cukup luas.

"Ini harus menjadi keprihatinan bersama. Jangan katalan selesaikan lewat media saja harus bukti nyata," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved