Info Jayapura

Pemprov Papua, Unicef dan Yakenpa Gelar TOT Dukung Kesehatan Mental bagi Siswa Terdampak Covid-19

Tujuan pelatihan ini ialah mempersiapkan tenaga pelatih Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) dan Dukungan Psikologis Awal

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PAPUA TERKINI - Potret suasana Training of Trainer (ToT) dukungan kesehatan mental dan psikososial - dukungan psikologis awal yang diadakan Pemprov Papua bersama Unicef dan Yakenpa, pada salah satu hotel di Distrik Jayapura Utara, Selasa (4/10/2022).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Unicef dan Yayasan Noken Papua (Yakenpa) bekerjasama dengan Unicef Indonesia, serta Japan Government melaksanakan program Training of Trainer (ToT) untuk memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial bagi siswa terdampak Covid-19.

Baca juga: Kolaborasi Pemprov, Unicef dan Yayasan Noken Papua Dukung Perlindungan Anak Melalui Adat dan Agama

Pantauan Tribun-Papua.com Selasa (4/10/2022), kegiatan yang digelar di Hotel Fox Jayapura di Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

"Tujuan pelatihan ini ialah mempersiapkan tenaga pelatih Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMP) dan Dukungan Psikologis Awal (DPA atau PFA), bagi siswa dan anak putus sekolah yang terdampak dari Covid -19," jelas Staf Perlindungan Anak Unicef, Dhiana Anggraeni kepada Tribun-Papua.com. 

Baca juga: UNICEF dan Pemkab Paniai Tandatangani Nota Pernyataan Kehendak Wujudkan Kabupaten Layak Anak

Dhiana menyebutkan ToT dukungan kesehatan mental tersebut, akan dilangsungkan selama 5 hari mulai Selasa 4 Oktober, hingga Sabtu 8 Oktober 2022.

"Unicef mendukung program Pemprov Papua untuk implementasi program Paud holistik integratif, di mana integrasi lintas sektor, bukan hanya sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga soal peelindungan anak," jelasnya. 

Pada pelatihan yang dilakukan saat hari pertama ini, Dhiana mengatakan lebih berfokus pada menyiapkan tenaga pelatih dalam menyediakan layanan dukungan kesehatan mental dan psikososial, termasuk psikologis awal bagi anak-anak usia dini dan anak-anak tingkat SD khususnya kelas 1,2, dan 3. 

Baca juga: Sinergi UNICEF, Pemerintah Jepang, dan Indonesia dalam Program PAUD di Papua, Sulsel, dan NTT

"Kenapa fokusnya ke sana, karena memang seperti kita ketahui bersama, kita belum sepenuhnya pulih dari pandemi Covid-19, sehingga kondisi psikologis anak tentu akan mempengaruhi proses belajar di sekolah," tandasnya. 

Oleh karena itu, melalui kegiatan ToT ini, pihaknya berharap kepada para tenaga pendidik atau guru serta lingkungan sekitarnya, termasuk dinas dan masyarakat perlu dibekali. 

"Bagaimana mereka dapat menyediakan dukungan kesehatan mental dan psikososial serta memberikan dukungan psikologis awal sejak dini kepada anak-anak," tandasnya. 

Baca juga: Majukan Fasilitas Sanitasi, Dinkes Papua Kolaborasi Dengan Unicef dan Yayasan Noken

Hal itu dikatakannya, bertujuan agar para tenaga pendidik dan orangtua dapat mendeteksi sejak dini, apakah seorang anak mengalami gangguan kesehatan mental, serta perlu dirujuk ke layanan kesehatan atau tidak. 

"Jadi pelatihan hari ini, melatih para pelatih sehingga berikutnya dapat melatih tenaga pendidik di Nabire dan Asmat, termasuk juga pada level provinsi," sebutnya. 

Pihaknya berharap, hal ini dapat direplikasi pada berbagai daerah di Provinsi Papua, dalam mendukung program Kemendikbud untuk Paud holistik integratif, di mana semua sektor bersama-sama untuk memastikan anak usia dini, dapat tumbuh belajar dengan aman, sehat, dan menyenangkan. 

"Untuk saat ini kita melatih tenaga dari Pemprov, dan tenaga lain di 2 kabupaten, terdiri dari Pokja muda Paud, dinas-dinas terkait, pekerja sosial, tokoh adat, tokoh agama, dan forum anak yang semuanya dilibatkan," rincinya. 

Baca juga: Unicef Harap RAD PG Papua Hasilkan Dokumen Final Guna Mendukung Aksi Panggan dan Gizi

Diharapkan pihaknya pula, peserta dari ToT ini dapat terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mental dan psikososial, mencegah serta mengatasi permasalahan kesehatan mental anak-anak Papua.

Selain itu, dengan adaya sumber daya pelatih yang tersedia adalah dari lokal yaitu Yakenpa dan aktor lintas sektor dari Provinsi maupun kabupaten, dapat lebih menjamin keberlanjutan dan replikasi program.

Baca juga: Pemprov Papua Apresiasi Pelatihan AMPL Oleh Yakenpa dan Unicef

Wanita murah senyum itu berharap, dengan adanya ToT tersebut, para pelatih dapat menjadi sumber inspirasi, menjadi role mode agar bisa menjadi advokat soal isu-isu perlindungan dan pemenuhan hak anak di Provinsi Papua. 

"Ini bukan hanya kerja Unicef saja, tak bisa jalan sendiri, sehingga sangat membutuhkan keterlibatan dan kerja semua pihak," tutupnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved