Kongres Masyarakat Adat

Inilah Profil Kampung Adat Homfolo di Kabupaten Jayapura yang Diakui Negara

Kampung Adat Homfolo terletak di sebelah barat ibu kota Distrik Ebungfauw dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan kampung Yoboi

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
KAMPUNG HOMFOLO – keindahan lingkungan Kampung Homfolo di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Bentangan gunung dan danau menjadi daya Tarik tersendiri bagi para peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara. 

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kampung Adat Homfolo merupakan satu dari lima kampung yang termasuk dalam Wilayah administratif Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua yang akan menjadi lokasi kegiatan Kongres Masyarakat Adat Nusantara. 

Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara Diharapkan Beri Dampak Ekonomi bag Masyarakat Papua

Kampung Adat Homfolo terletak di sebelah barat ibu kota Distrik Ebungfauw dengan batas wilayah sebelah utara berbatasan dengan kampung Yoboi, dan sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Skori Distrik Kemtuk.

Kemudian di sebelah barat berbatasan dengan Kampung Babrongko, sebelah timur berbatasan dengan Kampung Kameyaka.

Kampung adat Homfolo dari pusat Kota Sentani dapat menempuh jarak sekitar 10 kilometer menggunakan motor tempel dari Dermaga Yahim. 

Adapun luas wilayah keseluruhan mencapai 214 Hektare, daratan 202 Hektare, luas perairan dan danau sekitar 12 Hektare.

Ada 3 Gereja itu, Kemah Injil , GPDI, Adven, dan khusus GKI warga kampung beribadah di kampung Baborongko yang jaraknya sekitar 300 meter saja.

Baca juga: Kampung Homfolo Jayapura Siap Tampung 150 Peserta Kongres Masyarakat Adat

Rekaman sejarah singkat tentang kampung ini dikenal dengan nama Kampung Adat Homfolo, sebutan (Homfolo) dalam bahasa sentani Homfolo yaitu 'Bhoungai Aninai'. 

Masyarakat yang berdomisili di Kampung Adat Homfolo asal usul nenek moyangnya tinggal di Pulau Ajau bersama Koloninya, yaitu Kampung Ifale. 

Sementara di Kampung Hobong dan Kampung Ifar Besar dipimpin oleh seorang Ondofolo bernama Hokhondo (Ondofolo pertama) sekitar tahun 1700-an. 

Baca juga: Stok Ikan di Jayapura Dipastikan Aman saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Ondofolo Rokhoro Kampung Homfolo, Anderson Tokoro mengatakan soal tradisi kerjasama dari sisi adat istiadat, ada kampung-kampung yang sudah sejak dahulu mempunyai hubungan kerja, Ada perserikatan dalam tatanan adat kami yang dikenal dengan istilah 'Heasay'. 

Dalam perserikatan Heasay ini, beberapa kampung secara turun temurun telah diikat menjadi satu untuk melakukan berbagai hal.  Adapun seperti rencana persiapan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) pada tahun ini. 

"Apabila ada kegiatan kerja besar yang melibatkan orang banyak dalam waktu singkat, maka akan memanfaatkan kapasitas budaya perserikatan untuk menyelesaikannya," ujarnya melalui siaran pers di terima Tribun-Papua.com, Rabu (5/10/2022). 

Baca juga: Stok Obat Malaria saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Jayapura Dipastikan Aman

Anderson menjelaskan itu merupakaan tradisi kuno namun dalam kehidupan sekarang sangat memberikan nilai tambah dalam mendorong pembangunan.

Kampung Homfolo juga termasuk di antara 14 kampung adat di Kabupaten Jayapura resmi diakui negara dan tercatat secara administrasi. Belasan kampung ini menjadi kampung adat pertama di Indonesia yang diakui negara.

Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw telah menerima SK Kode Kampung Adat tersebut dari Kementrian Dalam Negeri beberapa waktu lalu. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved