Liga 1

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi bagi Arema FC, Frits Ramandey: Sudah Sesuai

Frits Ramandey menilai bahwa sanksi yang diberikan Komdis PSSI bagi Arema FC sudah sesuai.

Dokumen Persewar Waropen
Manajemen Persewar Waropen dalam aksi menyalakan 129 lilin, Senin (3/10/2022). Ini sebagai wujud penghormatan terhadap korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan di Malang. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Komite Disiplin PSSI (Komdis) menjatuhkan sanksi Rp 250 juta untuk Arema FC seusai insiden tragis di Stadion Kanjuruhan.

Arema FC bakal dilarang untuk menyelenggarakan pertandingan sebagai tuan rumah dengan penonton.

Singo Edan pun mesti menjalani pertandingan sebagai tuan rumah yang berjarak lebih dari 250 km dari markas mereka, sampai musim kompetisi Liga 1 2022-2023 berakhir.

Adapun Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Arema FC, Abdul Haris, dan Petugas Keamanan Arema FC, Suko Sutrisno, juga mendapatkan sanksi.

Baca juga: Frits Ramandey Ungkap Figur yang Paling Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan

Baca juga: Cerita Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Mengaku Lihat Aparat Tolak Bantu Suporter yang Pingsan

Keduanya dilarang beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Ketua Komdis, Erwin Tobing, dalam sesi konferensi pers virtual pada Selasa (4/10/2022).

Menurut Erwin Tobing, Arema FC gagal menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengamankan pertandingan melawan Persebaya FC.

Arema FC dinilai lalai menjaga gelombang suporter mereka yakni, Aremania untuk masuk ke dalam lapangan seusai pertandingan rampung bergulir.

“Dari hasil sidang kami kepada klub Arema FC dan panitia pelaksananya keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari markas Malang. Jaraknya harus 250 km dari lokasi,” ucap Erwin Tobing.

Baca juga: Singgung Regulasi FIFA dalam Pertandingan Sepak Bola, Frits Ramandey: Harus Disosialisasikan!

Merespons, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menilai bahwa sanksi yang diberikan Komdis PSSI sudah sesuai.

“Saya pikir sudah pantas hukuman dari Komdis PSSI tersebut,” terang Frits kepada Tribun-Papua.com, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Persewar Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Menyalakan 129 Lilin di Stadion Mandala Jayapura

Frits yang juga Wakil Ketua Panpel Liga 2 untuk tim Persewar Waropen, menilai bahwa dibutuhkannya aturan pembantasan penonton bagi suporter tim yang memiliki histori rusuh saat pertandingan di lapangan.

“Suporter dengan tingkat fanatisme berlebihan terhadap tim dukungannya itu dapat meningkatkan potensi kerusuhan.”

“Makanya harus ada aturan pembatasan penonton bagi suporter tim yang punya histori kerap rusuh di stadion, bahkan bila perlu pertandingan tanpa penonton,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved