Liga 1

Komnas HAM Sebut Suporter Tak Niat Serang Pemain, Gas Air Mata Diduga Pemicu Tragedi Kanjuruhan

Melihat masa yang semakin banyak turun ke lapangan, pihak keamanan berusaha mengendalikan dengan tembakan gas air mata. Tindakan ini diduga pemicu.

SURYA/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania turun kedalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan temuan awalnya atas investigasi Tragedi Kanjuruhan yang merenggut ratusan nyawa.

Insiden memilukan di Stadion Kanjuruhan terjadi pada Sabtu (1/20/2022), saat pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

Awalnya laga yang berakhir dengan skor 2-3 ini berjalan lancar hingga peluit akhir dibunyikan wasit.

Namun, seteah laga ada dua suporter yang turun dari tribun untuk bertemu dengan pemain.

Aksi ini lalu diikuti oleh suporter lain yang berusaha untuk menyampaikan kekecewaan setelah kekalahan tersebut.

Melihat masa yang semakin banyak turun ke lapangan, pihak keamanan berusaha mengendalikan dengan tembakan gas air mata.

Hal ini yang diduga kuat menjadi awal kepanikan suporter sebelum akhirnya berusaha mencari pintu keluar stadion yang menyebabkan kericuhan.

Baca juga: Boaz Solossa Buka Suara Soal Tragedi Kanjuruhan: Setop Mengkritik dan Menyalahkan!

Komisioner Komnas HAM Bidang Pemantuan/Penyelidikan Choirul Anam membeberkan temuan awal pada insiden Tragedi Kanjuruhan.

Dia menegaskan jika invasi suporter yang turun ke lapangan bukan jadi faktor utama.

Pasalnya, beberapa menit setelah pertandingan kondisi stadion masih bisa dikontrol.

Fakta ini ditemukan saat Choirul melakukan penelusuran dan kesaksikan saksi di lapangan.

“Kalau ada yang bilang eskalasi penanganan itu timbul karena suporter merangsek masuk ke dalam lapangan, sampai sore (5/10) ini, kami mendapat informasi bahwa tidak begitu kejadiannya."

“Jadi ada constraint (batasan) waktu antara 15 sampai 20 menit pasca-wasit meniup peluit panjang, itu suasana masih terkendali, walaupun banyak suporter yang masuk ke lapangan.,” kata Choirul Anam dilansir BolaSport.com dari laman Kompas.com.

Chorul menjelaskan jika suporter tidak berniat menyerang pemain Arema FC.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved