Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Kasus Lukas Enembe, KPK Periksa Asisten Direktur Marina Bay Sands Casino Singapura

KPK bakal memeriksa Asisten Direktur Marina Bay Sands (MBS) Casino Singapura, Defry Stalin terkait kasus Lukas Enmebe.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri - KPK bakal memeriksa Asisten Direktur Marina Bay Sands (MBS) Casino Singapura, Defry Stalin terkait kasus Lukas Enmebe. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Asisten Direktur Marina Bay Sands (MBS) Casino Singapura, Defry Stalin, bakal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe.

Diketahui, Lukas Enembe telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan Defry Stalin bakal diperiksa di Kantor KPK.

Baca juga: KPK Ingatkan Istri dan Anak Lukas Enembe agar Kooperatif Penuhi Panggilan Penyidik

SAKIT - Gubernur Papua Lukas Enembe tengah menunjukan obat-obatan yang dikirim dari Singapura untuk mengobati penyakitnya, Jayapura, Papua, Jumat (30/9/2022)(Istimewa)
SAKIT - Gubernur Papua Lukas Enembe tengah menunjukan obat-obatan yang dikirim dari Singapura untuk mengobati penyakitnya, Jayapura, Papua, Jumat (30/9/2022)(Istimewa) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, atas nama Defry Stalin, Asisten Direktur MBS (Casino Singapura)," ujar Ali Fikri, Selasa (11/10/2022).

Belum diketahui secara pasti apa yang bakal didalami penyidik terhadap petinggi kasino di Singapura tersebut. 

Diduga, penyidik bakal mendalami aliran uang Lukas Enembe ke rumah judi di Singapura

Lukas diduga kerap bermain judi di luar negeri, salah satunya Singapura.

Baca juga: Datangkan Dokter Internis dan Spesialis Jantung dari Singapura, Lukas Enembe akan Jalani Pemeriksaan

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai tersangka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lukas diduga terjerat sejumlah dugaan kasus korupsi.

Di antaranya, terkait penerimaan suap dan gratifikasi proyek di daerah Papua. 

Lukas ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak lainnya. 

Sayangnya, KPK belum membeberkan secara detail siapa saja yang jadi tersangka serta konstruksi perkara yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) atas permintaan KPK. 

Baca juga: Kantongi Riwayat Perjalanan Lukas Enembe ke Luar Negeri, MAKI: Ada Berobat, tapi Sebagian Besar Judi

Ia dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung mulai 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved