Irjen Ferdy Sambo Bunuh Ajudan

Khawatir Ferdy Sambo Divonis 20 Tahun Penjara, Pengacara Ini Beri Pesan Menohok ke Hakim PN Jaksel

Banyak pihak pesimistis Ferdy Sambo Cs tak akan dihukum maksimal sesuai Pasal 340 KUHP yakni hukuman mati. Hakim diminta vonis hukuman mati!

Tribun-Papua.com/Tribun Network
TERSANGA - Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat rekonstruksi kasus Brigadir J, Selasa (30/8/2022). Kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengakui kliennya Bharada E akan mendapatkan pertanyaan yang menyudutkan dalam persidangan nanti 

TRIBUN-PAPUA.COM - Proses hukum terhadap Ferdy Sambo Cs atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, memasuki babak baru.

Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi serta ajudannya akan menjalani persidangan.

Hanya, banyak yang pesimistis Ferdy Sambo Cs tak akan dihukum maksimal sesuai Pasal 340 KUHP yakni hukuman mati.

Mantan Kadiv Propam Polri itu diprediksi akan dihukum ringan yakni maksimal 20 tahun penjara. 

Merespon hal ini, Anggota Tim Advokat untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) Halomoan Sianturi berharap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang akan menyidangkan Sambo dan kawan-kawan mempertimbangkan rasa keadilan masyarakat.

Baca juga: Richard Eliezer Hadapi Ferdy Sambo di Persidangan, Siap Beri Kesaksian dan Berharap Bebas

Ia berharap majelis hakim tidak mengecewakan masyarakat.

"Vox populi vox dei (suara rakyat suara Tuhan). Analogi, rasa keadilan yang berkembang di masyarakat pun berarti keadilan Tuhan. Majelis hakim harus mempertimbangkannya," ungkap Halomoan Sianturi di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Halomoan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jakarta Selatan ini menanggapi soal banyaknya pihak yang pesimistis terhadap tersangka pelaku pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tidak akan dihukum mati. 

Seperti diketahui berkas kasus pembunuhan Brigadir J berkasnya hari Senin (10/10/2022) kemarin dilimpahkan dari Kejaksaan Agung ke PN Jaksel untuk disidangkan.

Dalam kasus yang menggemparkan publik ini ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP.

Mereka ialah Ferdy Sambo, Putri Candrawathi yang juga istri Sambo, Kuat Ma'ruf, Bripka Ricky Rizal, dan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Mereka disangka melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 56 ke-1 KUHP.

Baca juga: Ditahan Polri, Putri Candrawati Disebut Trauma: Pengacara Ungkap Hal Mengerikan dari Istri Sambo

Adapula 7 tersangka lain yang terlibat dalam “obstruction of justice” atau menghalang-halangi penyidikan, yakni Ferdy Sambo, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, Arif Rahman Arifin, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, dan Irfan Widyanto. Mereka disangkakan melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pesimisme masyarakat, termasuk mantan hakim agung Gayus Lumbuun, dipicu oleh sikap diskriminatif Polri dan Kejagung yang terkesan memberikan perlakuan istimewa kepada Sambo dan istrinya. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved