Pemkab Jayapura

Pemkab Jayapura Dorong Realisasi Tempat Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkotika

Belum tampak penanganan serius bagi korban penyalahgunaan lem aibon, ganja, dan narkoba jenis lainnya yang hingga saat ini.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, rapat bersama Badan Narkotika Nasional Papua (BNNP). Pemkab mendorong realisasi untuk pembangunan tempat rehabilitasi penyalahgunan narkoba bagi anak-anak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura bakal dorong pembangunan rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, mengatakan harus ada tindak lanjut untuk menyiapkan tempat rehabilitasi.

Menurutnya, belum tampak penanganan serius bagi korban penyalahgunaan lem aibon, ganja, dan narkoba jenis lainnya yang hingga saat ini.

Baca juga: Dukung BNN Papua Berantas Narkoba di Keerom, Piter Gusbager: Kami Siap Kerja Sama

"Ini harus diseriusi oleh kami, pemerintah, pihak terkait juga masyarakat untuk merehabilitasi anaknya," ujar Hana, usai rapat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, di Sentani, Rabu (12/10/2022).

Memang sudah ada tindakan pencegahan, tetapi, kata Hana, fasilitas lainnya juga harus disediakan mulai dari penanganan dan rumah sehat, dan tenaga ahlinya.

Jika dibiarkan, sambung dia, kondisi ini akan sangat ekstrem.

Hana menegaskan, pemerintah tidak ingin membiarkan penyalahgunaan barang haram itu terus berkembang.

Apalagi untuk anak-anak di usia dini, mulai dari  5 tahun ke atas, sehingga harus ada pengawasan dari Dinas Sosial dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan.

Baca juga: BISNIS GELAP Ferdy Sambo Bocor, Mahduf Ungkap Judi hingga Narkoba: Gerombolan Mafia di Mabes Polri?

"Penanganan sudah berjalan namun tempatnya tidak ada, jadi kita harus cari ahlinya, kan selama ini anak-anak yang kena mereka bawa ke Bandung atau Jakarta untuk direhabilitasi."

"Jadi, sekarang dua dinas tadi harus melakukan koordinasi dengan pusat," ujarnya.

Sebaliknya, kata Hana, ahli rehabilitasi dari pulau Jawa juga bisa didatangkan ke Papua untuk menangani pada korban narkotika.

"Agar generasi dapat terselamatkan. Kita juga harus sentuh mereka dengan cara yang baik dan tempat yang layak," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved