Kongres Masyarakat Adat
Pemkab Jayapura Pastikan Stok Daging dan Telur Tersedia untuk Kongres Masyarakat Adat
Sambodo mengatakan untuk ketersediaan stok daging sapi, ayam dan telur di Kabupaten Jayapura saat kongres masyarakat adat sangat mencukupi.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan memastikan stok daging dan telur bakal aman saat pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI.
Hal itu disampaikan kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Sambodo Samiyana, kepada awak media di Sentani, Rabu (12/10/2022).
Sambodo mengatakan untuk ketersediaan stok daging sapi, ayam dan telur di Kabupaten Jayapura saat kongres masyarakat adat sangat mencukupi.
"Kami sudah menyiapkan kebutuhan daging sejak beberapa bulan lalu dan itu sangat banyak," kata Sambodo.
Kebutuhan daging itu seperti daging sapi, ayam dan juga telur, dan itu disediakan sesuai perhitungan, tetapi yang pasti stok sangat mencukupi,” jelasnya.
Dia mencontohkan, jika kebutuhan daging per orang 100 gram, berarti akan disiapkan 500 kilogram daging.
“Itu sama dengan 5 ekor sapi, untuk satu kali makan. Dan itu bisa dipenuhi saat KMAN,” ujarnya.
Begitu pun kebutuhan daging ayam, dikatakannya masih bisa memenuhi kebutuhan konsumsi dengan asumsi kebutuhan antara 600-700 ekor per sekali masak, bahkan untuk 1.000 ekor juga bisa dipenuhi.
“Sementara untuk telur ayam, produksi kita sekitar 14.000 butir perhari. Jadi, masih bisa kita tanggulangi,” katanya.
Baca juga: Dua Minggu Menuju KMAN, Kontingen Maluku Utara Tiba Pertama di Papua
Namun yang pasti, untuk kebutuhan daging dan telur saat KMAN nanti pastikan aman.
Sekedar diketahui, pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) bakal digelar pada 24-30 Oktober 2022 mendatang.
Kegiatan ini akan digelar sekaligus dengan dua agenda besar lainnya seperti Festival Danau Sentani, dan peringatan 9 Tahun masyarakat adat Kabupaten Jayapura.
Agenda tersebut juga akan menghadirkan ribuan tamu dan ratusan komunitas adat di seluruh Indonesia.(*)