Kongres Masyarakat Adat

3 Karya Dihasilkan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw: Kitorang Ada!

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, ada tiga karya Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura selama kurun waktu Sembilan tahun.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
ILUSTRASI - Karnaval Budaya Nusantara dalam KMAN mengambil titik start dari Lapangan Theys Hiyo Eluay dan finish di Stadion Barnabas Youwe (SBY), Senin (24/102022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, ada tiga karya Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura selama kurun waktu Sembilan tahun.

Tiga karya tersebut yakni; pembentukan kampung adat, pembentukan satuan gugus tugas masyarakat adat, dan pengakuan hutan adat oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

"Ini merupakan tiga karya yang luar biasa sebagai amanat Undang-undang Otonomi Khusus (Otsus) Papua," kata Bupati Awoitauw saat memberikan sambutan pada pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (24/10/2022).

Baca juga: Sembilan Tahun Kebangkitan Masyarakat Adat Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw: Hasilkan Tiga Karya

Bupati Awoitauw, saat ini di Kabupaten Jayapura telah terbentuk 14 kampung adat dan telah mendapatkan verifikasi dari negara.

"Pertama kali di Indonesia dan sudah siap 38 kampung dalam proses pemberian verifikasi. Dengan adanya verifikasi ini berbondong-bondong menjadikan semua kampung adat. Itu tanda kitorang (kita) ada," ujarnya.

 

 

Tak hanya itu, sejak 2018 Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayapura telah membentuk satu gugus tugas masyarakat adat.

Pembentukan satu gugus tugas itu berdasarkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 22 dan 23.

"Dalam Perdasus itu, disebutkan para kepala-kepala daerah membentuk tim kajian masyarakat adat," jelasnya.

"Pemda Kabupaten Jayapura sudah memiliki gugus tugas masyarskat adat. Dan ini lembaga permanen. Berkantor di kantor Bupati Jayapura. Jadi kantor bupati bukan hanya milik baju cokelat (ASN) saja," sambungnya.

Baca juga: Menari Kolosal di Pembukaan KMAN VI, Pelajar Jayapura Tampilkan Kehidupan Masyarakat Papua

Lebih lanjut ia mengatakan, masyarakat adat Kabupaten Jayapura juga telah menghasilkan 1,4 juta hektare wilayah adat.

"Dari 8 wilayah adat kampung dan sub kampung dengan 26 ribu hektare sudah dipetakan. Enam kawasan hutan telah mendapatkan pengakuan Kemenhut," bebernya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Jayapura akan siapkan salinan dokumen hasil karya tersebut ke masyarakat adat Kabupaten Jayapura, sekaligus disaksikan oleh kontingen perwakilan masyarakat adat nusantara.

"Sembilan tahun yang kita rayakan ini, itulah hasil karya mereka. Hasil karya yang luar biasa," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved