Kongres Masyarakat Adat

Alex Waisimon: Masyarakat Adat Harus Bangkit dengan Kekayaan dari Wilayah Adatnya

Alex Waisimon mengatakan, pada dasarnya Masyarakat Adat mampu mengelola hak ulayat mereka menjadi hasil ekonomi.

Istimewa
Suasana sarasehan Komgres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Penjaga Hutan Adat Isyo Hills Bird Watching di Rhepang Muaif, Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Alex Waisimon mengatakan, Masyarakat Adat harus bangkit dengan kekayaan dari wilayah adatnya masing-masing.

Hal itu disampaikan sebagai narasumber dalam sarasehan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kampung Ayapo, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Alex mengatakan, pada dasarnya Masyarakat Adat mampu mengelola hak ulayat mereka menjadi hasil ekonomi.

Baca juga: KMAN VI: Ratusan UMKM Semarakkan Festival Danau Sentani 2022

Sehingga tidak bergantung pada dana dari pemerintah khususnya dari dana Otonomi Khusus (Otsus) yang telah bergulir di Papua selama 20 tahun terkahir.

Dengan adanya Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI, Masyarakat Adat secara tidak langsung telah berhubungan satu sama lain dan saling mendukung.

"Seluruh Nusantara saling berhubungan Masyarakat Adanya misalnya di Papua bersuara yang lain mendukung," katanya di Dermaga Kalhkote, Sentani, Rabu (26/10/2022).

Dikatakan, hal-hal klasik yang terjadi di Tanah Papua mengenai hak ulayat di mana Masyarakat Adatnya berjuang untuk menolak investasi yang masuk, sehingga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dapat menjadi proteksi dan petunjuk untuk mereka.

Hasil pertemuan KMAN VI itu diharapkan ada usulan dari narasumber-narasumber yang ada untuk mengkaji secara keseluruhan persoalan dan regulasi yang akan dibentuk.

"Saya pikir Masyarakat Adat akan lebih baik karena ada regulasi yang melindungi mereka. Itu yang penting," ujarnya.

Baca juga: Berkah Pembukaan KMAN VI Papua, Bude Wahyu Asal Mojokerto Raup Untung Rp 8 Juta Sehari

Alex yang notabenenya sebagai pengelola hutan adat yaitu wisata Burung Cendrawasih Isyo Hills Bird Watching menjelaskan Masyarakat Adat juga selama ini sudah melakukan konservasi dengan cara mereka sendiri. Persoalanya di KMAN VI bagaimana Masyarakat Adat diberikan ruang lebih karena selama ini tidak diberi ruang untuk pergerakannya.

"Jadi regulasi secara lokal, daerah, nasional, saya pikir KMAN bisa mendorong, dan ada orang-orang lokal bisa menentukan nasib dan regulasi mereka di DPR di Jakarta," katanya.

Sebagai narasumber sarasehan di Kampung Ayapo, Alex juga memberikan petunjuk kepada Masyarakat Adat untuk menggali potensi mereka, karena sebenarnya Masyarakat Adat tidak terpengaruh dengan adanya Otonomi Khsusus yang saat ini dibincangkan.

"Hanya pada intinya bagaimana kami bisa bangkit dengan kekayaan yaitu tanah adat kami sendiri," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved